Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE IMPACT OF ADVERSITY QUOTIENT AND SELF-EFFICACY ON STUDENTS’ STATISTICAL REASONING ABILITIES: A PILOT STUDY Rusliah, Nur; Roza, Muthia; Putra, Aan; Fidria Lova, Freti
MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN Vol. 13 No. 2 (2025): MATEMATIKA DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mp.v13i2.11352

Abstract

Statistical reasoning skills are essential across various disciplines, as they involve the ability to interpret phenomena, solve problems, and make logical inferences based on statistical data. However, students exhibit varying levels of statistical reasoning, ranging from basic understanding to the ability to interpret and justify conclusions, and these differences are important because they affect how effectively students participate in data-driven learning. Such variation may be shaped by individual factors, including their capacity to manage challenges (adversity quotient) and their confidence in their own abilities (self-efficacy). This study investigates the impact of adversity quotient and self-efficacy on students’ statistical reasoning performance. A total of 38 high school students in Jambi, Indonesia, participated in this correlational study. Data were gathered through questionnaires measuring adversity quotient and self-efficacy, along with a statistical reasoning test. The multiple linear regression analysis showed that both adversity quotient and self-efficacy made significant positive contributions to students’ statistical reasoning. The regression equation Y = 2.909 + 0.152X₁ + 0.046X₂ indicates that an increase in adversity quotient is associated with a 0.152-point rise in statistical reasoning scores, while an increase in self-efficacy corresponds to a 0.046-point rise. The coefficient of determination (R² = 0.595) suggests that these two variables together explain 59.5 percent of the variance in students’ statistical reasoning. These findings suggest that educators should foster both adversity quotient and self-efficacy to enhance students’ statistical reasoning skills, For example, through challenging statistics assignments, constructive feedback, and a learning environment that encourages persistence. In addition, teachers need to consider other variables that may influence learning outcomes.
Eksplorasi Etnomatematika pada Motif dan Proses Pembuatan Kuluk Khas Kerinci Fidria Lova, Freti; ningsih, febria
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): Riset Matematika dan IPA
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v5i1.351

Abstract

Kerinci memiliki kekayaan budaya yang kaya akan konsep-konsep matematika, salah satunya terlihat pada motif dan proses pembuatan kuluk. Penelitian ini diangkat dari permasalahan bahwa konsep matematika seperti barisan, kekongruenan, geometri, dan perhitungan volume yang terdapat pada kuluk belum teridentifikasi secara mendalam dan belum dimanfaatkan sebagai sumber belajar matematika berbasis budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, yaitu etnografi di bidang matematika atau biasa di sebut dengan etnomatematika. Yang dilakukan di Desa Sungai Lebuh, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tiga orang pengrajin kuluk dipilih sebagai informan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari lembar observasi proses pembuatan kuluk, pedoman wawancara, serta dokumentasi berupa foto dan pengukuran pada bagian-bagian kuluk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif persegi pada kuluk mengandung konsep barisan dan kekongruenan, sedangkan pengukuran diameter dan panjang lidah kuluk berkaitan dengan konsep geometri. Selain itu, tahap pengisian kapas pada kerangka kuluk merepresentasikan konsep volume yang relevan dalam pembelajaran. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan pembelajaran matematika berbasis budaya lokal serta mendukung upaya pelestarian budaya Kerinci.