Kerinci memiliki kekayaan budaya yang kaya akan konsep-konsep matematika, salah satunya terlihat pada motif dan proses pembuatan kuluk. Penelitian ini diangkat dari permasalahan bahwa konsep matematika seperti barisan, kekongruenan, geometri, dan perhitungan volume yang terdapat pada kuluk belum teridentifikasi secara mendalam dan belum dimanfaatkan sebagai sumber belajar matematika berbasis budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, yaitu etnografi di bidang matematika atau biasa di sebut dengan etnomatematika. Yang dilakukan di Desa Sungai Lebuh, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tiga orang pengrajin kuluk dipilih sebagai informan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari lembar observasi proses pembuatan kuluk, pedoman wawancara, serta dokumentasi berupa foto dan pengukuran pada bagian-bagian kuluk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif persegi pada kuluk mengandung konsep barisan dan kekongruenan, sedangkan pengukuran diameter dan panjang lidah kuluk berkaitan dengan konsep geometri. Selain itu, tahap pengisian kapas pada kerangka kuluk merepresentasikan konsep volume yang relevan dalam pembelajaran. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan pembelajaran matematika berbasis budaya lokal serta mendukung upaya pelestarian budaya Kerinci.
Copyrights © 2026