Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Literature Review : Psikoedukasi pada Keluarga dengan Anggota Keluarga Mengidap Skizofernia Sephia, Reylah; Fauziah, Nia; Kamila, Rurun; Fitriani, Cahya Indah; Abdillah, Rifky Adhitya; Tankeke, Tankeke; Raudina, Diandra Dita; Purdani, Kartika Setia; Safrudin, Bachtiar
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/dikkesh.v2i1.1413

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang berdampak multidimensional, tidak hanya pada individu yang mengalaminya tetapi juga pada keluarga sebagai sistem pendukung utama dalam proses perawatan dan pemulihan. Peran keluarga yang krusial sering kali dihadapkan pada keterbatasan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan emosional dalam merawat anggota keluarga dengan skizofrenia. Psikoedukasi keluarga merupakan salah satu pendekatan nonfarmakologis yang bertujuan meningkatkan pemahaman keluarga tentang penyakit, mengembangkan strategi koping adaptif, serta memperkuat keterampilan perawatan dan dukungan emosional. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa psikoedukasi keluarga secara konsisten berkontribusi positif terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga, pengurangan beban psikososial, serta penurunan angka kekambuhan pasien skizofrenia. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi psikoedukasi keluarga dalam praktik keperawatan jiwa secara komprehensif dan berkelanjutan.
Literature Review : Psikoedukasi pada Keluarga dengan Anggota Keluarga Mengidap Skizofernia Sephia, Reylah; Fauziah, Nia; Kamila, Rurun; Fitriani, Cahya Indah; Abdillah, Rifky Adhitya; Tankeke, Tankeke; Raudina, Diandra Dita; Purdani, Kartika Setia; Safrudin, Bachtiar
DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2026): DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/dikkesh.v2i1.1413

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang berdampak multidimensional, tidak hanya pada individu yang mengalaminya tetapi juga pada keluarga sebagai sistem pendukung utama dalam proses perawatan dan pemulihan. Peran keluarga yang krusial sering kali dihadapkan pada keterbatasan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan emosional dalam merawat anggota keluarga dengan skizofrenia. Psikoedukasi keluarga merupakan salah satu pendekatan nonfarmakologis yang bertujuan meningkatkan pemahaman keluarga tentang penyakit, mengembangkan strategi koping adaptif, serta memperkuat keterampilan perawatan dan dukungan emosional. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa psikoedukasi keluarga secara konsisten berkontribusi positif terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga, pengurangan beban psikososial, serta penurunan angka kekambuhan pasien skizofrenia. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi psikoedukasi keluarga dalam praktik keperawatan jiwa secara komprehensif dan berkelanjutan.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN VAKSINASI DAN IMUNISASI PADA BAYI ATAU BALITA Purdani, Kartika Setia; Safrudin, Bachtiar; Salsabila, Ayu Putri; Fauziah, Nia; Ghifari, Muhammad Raihan; Syavira, Erika; Maulida, Gita Anisa; Maulidya, Suwaldi Pradana8, Citra; Maulidya, Citra; Masyuni, Daysila Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54432

Abstract

Literature review ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan vaksinasi dan imunisasi dasar lengkap pada bayi dan balita. Sebanyak 10 artikel penelitian dipilih melalui proses penelusuran sistematis menggunakan Google Scholar dengan kata kunci dan kriteria inklusi tertentu. Hasil telaah menunjukkan bahwa kepatuhan imunisasi dipengaruhi oleh interaksi antara faktor individu, sistem pelayanan kesehatan, dan lingkungan sosial. Pada dimensi individu, pengetahuan, sikap, motivasi, serta tingkat pendidikan ibu menjadi faktor yang paling dominan dalam menentukan kelengkapan imunisasi. Dari aspek sistem pelayanan, peran petugas kesehatan—terutama dalam pemantauan, evaluasi, dan pengelolaan logistik—memiliki kontribusi signifikan terhadap cakupan imunisasi. Faktor sosial seperti dukungan keluarga dan penguatan fungsi Posyandu turut memengaruhi keputusan orang tua untuk membawa anaknya imunisasi. Meskipun demikian, tantangan seperti rendahnya tingkat pendidikan ibu, keberadaan mitos, kurangnya informasi, dan keterbatasan sumber daya kesehatan masih menjadi hambatan. Temuan ini menegaskan perlunya intervensi edukasi yang lebih persuasif, penguatan layanan kesehatan komunitas, serta peningkatan keterlibatan keluarga untuk meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap. Penelitian selanjutnya disarankan menguji efektivitas model intervensi yang berfokus pada peningkatan motivasi ibu secara berkelanjutan dan penanggulangan misinformasi di masyarakat.