Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FERTICOW (INOVASI PUPUK ORGANIK DARI LIMBAH PADAT SAPI) PADA TANAMAN PADI KELOMPOK TANI MAKMUR JAYA DI DESA DUWET, KECAMATAN PANARUKAN, KABUPATEN SITUBONDO Mayangsari, Andina; Rahman, Moh. Syaoki; Shabel Firdaus, Ghandy Rifki
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v5i1.7369

Abstract

Kegiatan pengabdian pemberdayaan ini dilaksanakan untuk mengenalkan dan mengimplementasikan inovasi pupuk organik Ferticow yang berbahan dasar limbah padat sapi pada budidaya padi Kelompok Tani Makmur Jaya di Desa Duwet, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Latar belakang kegiatan adalah masih tingginya ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sehingga biaya produksi meningkat dan kualitas tanah menurun, sementara di sisi lain tersedia limbah kotoran sapi yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan dilaksanakan berkolaborasi dengan Rumah BUMN Situbondo melalui rangkaian sosialisasi, pelatihan pembuatan pupuk Ferticow, demonstrasi fermentasi selama 14 hari, hingga pengaplikasian di lahan padi pada tahap pra-tanam. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara, diskusi, praktik langsung, dan dokumentasi lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani memberikan respon positif karena bahan baku mudah diperoleh, biaya rendah, dan sesuai dengan prinsip pertanian ramah lingkungan. Pupuk Ferticow yang dihasilkan dari campuran kotoran sapi padat, serbuk kayu, EM4 dan air memiliki ciri matang yaitu tekstur gembur, hangat, tidak berbau, dan berwarna hitam kecoklatan. Aplikasi pada lahan padi dilakukan merata pada saat pengolahan tanah. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengolah limbah ternak menjadi produk bernilai ekonomi, tetapi juga memperkuat peran Rumah BUMN sebagai fasilitator pemberdayaan petani dan adopsi pertanian berkelanjutan di tingkat desa. Dimasa depan Ferticow berpotensi dikembangkan sebagai produk pupuk organik lokal melalui skema pemasaran sederhana kepada kelompok tani dan UMKM pertanian.
Analisis Tren Produksi dan Produktivitas Tebu pada Pabrik Gula Prajekan Kabupaten Bondowoso Mayangsari, Andina; Sholikhah, Ummi; Rahman, Moh. Syaoki; Mawaddah, Nur
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i1.22483

Abstract

The national sugar industry in Indonesia continues to face challenges in meeting domestic demand, making the improvement of sugarcane production performance increasingly important. East Java Province is the main center of national sugar production, one of which is supported by Prajekan Sugar Factory in Bondowoso Regency. This study aims to analyze the trends of sugarcane land area, sugarcane production, and sugarcane productivity at Prajekan Sugar Factory during the period 2010–2024, as well as to project their development for the next five years. This research employed a quantitative descriptive approach using trend analysis with a simple linear regression (least square method). The data used consisted of annual time series data on sugarcane land area, sugarcane production, and sugarcane productivity obtained from Prajekan Sugar Factory. The results indicate that sugarcane production fluctuated over time but showed an increasing trend, while the sugarcane land area tended to decline. Meanwhile, sugarcane productivity exhibited an increasing trend during the observation period. The five-year projection suggests that future increases in sugarcane production are more strongly driven by improvements in productivity rather than land expansion. These findings imply that sugarcane development strategies at Prajekan Sugar Factory should focus on intensification through productivity enhancement and efficient land utilization in a sustainable manner.