Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Effect of Soy Lecithin and Sodium Cholate Concentration on Characterization Pterostilbene Transfersomes Nurmahliati, Haifa; Widodo, Ferri; Puspita, Oktavia Eka
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.005.02.7

Abstract

Inflammaging is a systemic inflammation caused by the aging process without any infection from the outside and it is a very high factor affecting the morbidity and mortality in the elderly. Pterostilbene contained in blueberries can prevent inflammation and oxidation. However, pterostilben has low water solubility and stability, so that to improve stability and acceptability is by making Pterostilbene Transfersome. Transfersome consisted of phospholipid in the form of phosphatidylcholine as a forming component of vesicles, surfactants as Edge activators, which increased transfersome’s flexibility. The composition of lecithin as phospholipid and surfactant was variable that effecting the optimization of Transferome. This study aimed to determine the effect of the ratio between soy lecithin as phospholipid and sodium cholate as surfactants to particle size. Comparison used was soybean lecithin 94%: 6% sodium cholate (F1); 95% soybeans: 5% sodium cholate (F2); and soybean 96%: 4% sodium cholate (F3). The prepared formulations were characterized for organleptic, pH, particle size analysis and potential zeta analysis. The characterized were statistically analyzed with SPSS One-way ANOVA followed by Post Hoc Turkey, and Paired T-Test. Transfersom had whitish-yellow color with clarity were cloudy and soya-flavored, the particle size were <400nm with pdi <0.5 and zeta potential values> -30 mV. Based on the results, optimum transfersome formulation was  95% soybeans: 5% cholic acid (F2).
Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Surfaktan Non Ionik terhadap Karaktersitik Niosom Pterostilben Kartika Zulfa; Ferri Widodo; Oktavia Eka Puspita
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2020.006.01.4

Abstract

Radiasin sinar UV yang berlebih dapat menyebabkan kerusakan kulit hingga melanoma, khususnya sinar UVB. Efek kronis dari paparan sinar UVB yang berlebih dapat menginduksi mutasi gen, karena langsung menyebabkan kerusakan pada DNA seluler dengan memproduksi ROS di epidermis, dermis dan sel epitelium kulit. Penggunaan tabir surya sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya hal tersebut. Tabir surya yang mengandung antioksidan sangat direkomendasikan untuk menangkal radikal bebas dari sinar UVB. Pterostilben merupakan salah satu senyawa fenolik, yang memiliki aktivitas farmokologi antioksidan dan UV filter menjadi salah satu senyawa yang direkomendasikan untuk komponen tabir surya. Untuk meningkatkan efek farmakologi pterostilben pada penggunaan topikal, pterostilben perlu diformulasikan sistem penghantaran. Niosom merupakan vesikel surfaktan non ionik menjadi salah satu sistem pembawa amfifilik yang dapat  membawa bahan aktif bersifat hidrofobik seperti pterostilben, diharapkan mampu meningkatkan efek farmakologi dengan meningkatkan penetrasi pterostilben ke kulit. Pembuatan niosom pterostilben menggunakan surfakan non ionik (span 80 dan span 60) dengan metode hidrasi lapis tipis. Tujuan dari pengembangan formulasi niosom pterostilben adalah untuk melihat pengaruh konsentrasi surfaktan non ionik (span 80 dan span 60), yaitu 2, 4, dan 6 g terhadap ukuran partikel yang dihasilkan dan menentukan formulasi optimum. Hasil uji karakteristik ukuran partikel niosom pterostilben dianalisis statistik menggunakan One-Way ANOVA dengan p<0,05. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran niosom pterostilben semakin kecil dengan peningkatan konsentrasi span 60. Berdasarkan hasil tersebut, didapatkan formulasi optimum niosom pterostilben yaitu pada penggunaan span 60 dengan konsentrasi 6 g.