Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Cybersecurity and Digital Sovereignty: An Analysis of National Data Governance Capacity in the Global Platform Era: A Literature Review Fitriani, Laras
Asian Digital Governance Problems Vol. 1 No. 2 (2024): Asian Digital Governance Problems
Publisher : Asian Digital Governance Problems

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71435/685954

Abstract

Purpose: This study examines national data governance capacity in the context of cybersecurity and digital sovereignty across Indonesia, the European Union, China, and India during 2010–2024. The research aims to identify how institutional coordination, regulatory coherence, enforcement effectiveness, technological autonomy, and public trust shape digital sovereignty within the global platform era. Subjects and Methods: This study employed a qualitative systematic literature review combined with critical interpretive synthesis. Data were collected from 76 academic articles, cybersecurity reports, institutional publications, and regulatory documents identified through a PRISMA-based selection process. The analysis applied thematic coding, repeated reading, conceptual integration, and comparative governance analysis to examine recurring governance patterns and institutional contradictions. Results: The findings reveal that digital sovereignty operates as a multidimensional governance capacity shaped by institutional integration, cybersecurity readiness, technological infrastructure, and governance legitimacy. The European Union demonstrates strong regulatory coherence, China exhibits centralized enforcement and technological autonomy, India reflects transitional governance adaptation, while Indonesia faces governance fragmentation, technological dependency, and weak cybersecurity preparedness. Conclusions: Effective digital sovereignty requires integrated governance systems, sustainable technological investment, institutional coordination, and long-term public trust in digital governance.
Pengaruh Good Corporate Governance, Capital Intensity, Kompensasi Manajemen Terhadap Manajemen Pajak Fitriani, Laras; Fitrianti, Dini
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh good corporate governance, capital intensity, kompensasi manajemen terhadap manajemen pajak pada Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan metode analisis data panel. Data yang digunakan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan audited selama periode pengamatan penelitian. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor Energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020-2024. Terdapat 66 Perusahaan dalam Populasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan beberapa kriteria yang telah ditentukan. Total sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 21 perusahaan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Good Corporate Governance yang meliputi, Komisaris Independen (X1) sebagai variabel bebas pertama, Kepemilikan Institusional (X2) sebagai variabel bebas kedua, Capital Intensity (X3) sebagai variabel bebas ketiga, Kompensasi Manajemen (X4) sebagai variabel bebas keempat serta Manajemen Pajak (Y) sebagai variabel terikat. Metode regresi data panel digunakan sebagai metodologi penelitian pada penelitian ini. Analisa hasil penelitian menggunakan bantuan perangkat lunak EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa good corporate governance, capital intensity, kompensasi manajemen berpengaruh terhadap manajemen pajak. Serta hasil penelitian per variabel menunjukkan bahwa Komisaris Independen dan Kompensasi Manajemen tidak berpengaruh terhadap Manajemen Pajak, sedangkan Kepemilikan Institusional dan Capital Intensity berpengaruh terhadap Manajemen Pajak.