Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRANSFORMASI PELAYANAN JASA INDUSTRI MELALUI TEKNOLOGI INTERNET OF THING(IOT) DI BALAI STANDARDISASI DAN PELAYANAN JASA INDUSTRI KOTA PADANG Safira Dinna Armadan; Elsa Oktaviani; Nur Hafizah Putri Indriani; Nesa Fristi Ardi; Yulia Hanoselina
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong lembaga pelayanan publik untuk melakukan transformasi sistem kerja menuju layanan yang lebih efisien, transparan, dan responsif. Penelitian ini menganalisis proses transformasi pelayanan jasa industri melalui penerapan Internet of Things (IoT) di Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Padang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi guna memperoleh gambaran komprehensif mengenai implementasi IoT dalam layanan teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan IoT telah meningkatkan efisiensi operasional melalui digitalisasi dokumen, pemantauan real-time perangkat laboratorium, percepatan administrasi, serta peningkatan akurasi data pengujian.Transformasi digital juga diwujudkan dalam pengembangan aplikasi SIPPT yang menggantikan sistem lama dan memungkinkan pelayanan terpadu berbasis data. Meskipun demikian, implementasi IoT dalam pelayanan publik bukan tanpa tantangan. Ketersediaan infrastruktur digital yang memadai, kesiapan sumber daya manusia, perlindungan data dan keamanan sistem, serta penyesuaian prosedur kerja menjadi faktor krusial yang menentukan keberhasilan penerapannya. Selain itu instansi publik harus mampu mengelola perubahan organisasi agar inovasi teknologi tidak berhenti pada modernisasi alat, tetapi benar-benar menghasilkan peningkatan kualitas layanan dan transparansi kinerja. Secara keseluruhan, IoT memberikan dampak positif bagi kualitas layanan dan memperkuat peran BSPJI Padang sebagai lembaga pelayanan industri yang adaptif terhadap perkembangan teknologi
Strategi Penguatan Administrasi Kependudukan dalam Mendukung Program Bangga Kencana untuk Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia Hamid, Syaifa Azurra; Syamsir; Diva Tri Delviyanti; Tasya Rudinia Berty; Nur Hafizah Putri Indriani; Afifah Afra Amatullah; Nadila Rahma Cahyani
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 8 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i8.4715

Abstract

This study aims to analyze strategies for strengthening population administration in supporting the Bangga Kencana Program as part of efforts to achieve sustainable development in Indonesia. The research employed a systematic literature review using thematic and bibliometric analysis, complemented by an evaluation based on the Context, Input, Process, and Product (CIPP) framework to assess the effectiveness of population administration service innovations at both national and local levels. Data were collected from scholarly publications, official policy reports, and evaluations of digital technology implementation, including the Self-Service Population Administration Kiosk (ADM), Village Information Systems (SIDESA), and other digital-based population service platforms. The findings indicate that the effectiveness of strengthening population administration is strongly influenced by regulatory readiness, human resource capacity, and the availability of digital infrastructure. Technology-based service innovations have been shown to improve efficiency, transparency, and service accessibility, with effectiveness increases ranging from 35–50% in regions with adequate input readiness. Furthermore, data integration and multi-stakeholder collaboration significantly contribute to expanding service coverage by up to 40%, particularly in remote areas. Nevertheless, several challenges remain, including infrastructure limitations, low levels of digital literacy among communities, and the need for continuous socialization and assistance. In conclusion, strengthening population administration constitutes a strategic element in supporting the Bangga Kencana Program and advancing sustainable development goals. Enhancing human resource capacity, reinforcing regulatory frameworks, and developing inclusive and integrated digital platforms are key recommendations for improving the effectiveness of population administration services in Indonesia.