Artikel ini membahas corak penafsiran kontemporer Tantawi Jawhari yang dituangkan dalam karyanya yaitu kitab al-Jawāhir fī Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm sebagai representasi tafsir ilmiah yang berusaha mengintegrasikan antara wahyu dan ilmu pengetahuan modern. Dalam kitab tafsirnya, Tanthawi Jawhari menekankan bahwa Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai kitab petunjuk spiritual dan moral, melainkan juga sebagai sumber inspirasi untuk mengembangkan sains, teknologi, dan peradaban. Dengan menggunakan metode deskriptif-analitis, Artikrl ini menguraikan landasan epistemologis yang digunakan Tanthawi Jawhari, fokus perhatiannya pada ayat-ayat kauniyah, serta kontribusinya dalam membangun paradigma integratif antara agama dan ilmu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan tafsir Jawhari relevan dalam menjawab tantangan modernitas, terutama dalam mengatasi dikotomi antara agama dan sains yang kerap muncul dalam wacana kontemporer. Melalui penafsirannya, Jawhari menegaskan pentingnya berpikir kritis, melakukan penelitian ilmiah, dan mengembangkan pengetahuan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah, sehingga Al-Qur’an dapat dipahami bukan hanya sebagai teks normatif tetapi juga sebagai pedoman praktis untuk membangun peradaban. Dengan demikian, pemikiran tafsir Jawhari dapat dipandang sebagai upaya kreatif untuk menghidupkan kembali semangat ijtihad sekaligus menjembatani teks wahyu dengan realitas empiris umat manusia. Artikel ini menyimpulkan bahwa tafsir Tantawi Jawhari tidak hanya memperkaya khazanah tafsir kontemporer, tetapi juga memberikan tawaran metodologis yang relevan bagi umat Islam dalam membangun peradaban modern yang berbasis pada nilai-nilai keagamaan sekaligus terbuka terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi