Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menjaga lingkungan sosial dalam kehidupan masyarakat desa sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam, seperti kepedulian sosial, ukhuwah, dan tanggung jawab kolektif. Dalam masyarakat desa yang memiliki hubungan sosial erat dan interaksi yang intens, menjaga lingkungan sosial menjadi faktor penting dalam menciptakan harmoni dan keseimbangan kehidupan bersama. Namun, perkembangan sosial modern berpotensi menggeser nilai-nilai tersebut, sehingga diperlukan kajian mendalam mengenai bagaimana masyarakat memaknai konsep ini dalam perspektif keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna menjaga lingkungan sosial menurut pandangan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat desa yang mencakup orang tua dan remaja. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan menganalisis nilai-nilai Pendidikan Agama Islam yang terkandung dalam praktik menjaga lingkungan sosial. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menjaga lingkungan sosial tidak hanya dipahami sebagai hubungan interpersonal, tetapi juga sebagai implementasi nilai Islam seperti ta’awun, ukhuwah Islamiyah, dan amar ma’ruf nahi munkar, yang tercermin dalam aktivitas gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat.