Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan Bahasa Inggris Dasar bagi Pemuda Desa Wisata di Tiakur dan Sekitarnya: Pengabdian Tiwery, Yulina; F.J. Lekawael, Rosina; Lekatompessy, Jeny; Tiataliu, Lukas; Lerrick, Julen
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4622

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi komunikasi pemuda desa wisata di Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya, melalui pelatihan English for Tourism berbasis konteks lokal. Kabupaten MBD memiliki potensi wisata bahari dan budaya Kalwedo yang besar, namun belum diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia, khususnya dalam keterampilan berbahasa Inggris. Melalui pendekatan English for Specific Purposes (ESP), kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan komunikasi lintas budaya sekaligus memperkuat identitas lokal peserta. Pelatihan melibatkan 15 pemuda anggota organisasi Angkatan Muda Ranting Teodosia, dengan empat sesi utama: Bahasa Inggris dasar, simulasi percakapan wisata (role play), kosakata atau istilah lokal dalam lintas budaya Kalwedo, dan desain brosur promosi digital menggunakan Canva. Metode participatory workshop dan pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis lokalitas digunakan agar peserta terlibat aktif dan mampu menerapkan langsung materi dalam konteks pelayanan wisata. Media sederhana seperti flashcard, booklet dua bahasa, dan video tutorial digunakan untuk membantu memperkuat kemampuan Bahasa Inggris. Hasil observasi dan kuesioner menunjukkan respons positif dari seluruh peserta (100%) begitu juga dengan tingkat kepuasaan mengikuti kegiatan mencakup peningkatan motivasi belajar, kepercayaan diri berbicara, literasi digital, serta kesadaran terhadap potensi budaya lokal. Hal ini menunjukkan keberhasilan kegiatan dalam aspek akademik dan sosial. Kegiatan ini juga membuktikan bahwa sinergi antara metode partisipatif, pendekatan kontekstual, dan integrasi teknologi mampu menciptakan model pelatihan ESP berbasis lokalitas yang efektif, berkelanjutan, dan dapat direplikasi di desa-desa wisata lain di wilayah Maluku Barat Daya.