Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Mitigasi Bencana Alam pada Siswa SDK Kotandelu melalui kegiatan Simulasi Gempa Bumi: Pengabdian Yohanis Marianus Deku; Sisilia Dua Bura; Fransiska Fritilia; Nadila; Zaina Anwar; Tiara Oktaviani; Helena Hale; Veronika Dua Riong; Maria Hestiana; Hasriani; Yeyen; Ronny Hacarmawi Nauf
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4904

Abstract

Kegiatan mitigasi bencana merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan siswa terhadap ancaman bencana alam, khususnya gempa bumi. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 03 September 2025 di Aula SDK Kotandelu dengan peserta seluruh siswa dari kelas 1 sampai kelas 6. Sebelum kegiatan dimulai, guru terlebih dahulu mengarahkan siswa untuk berkumpul, mengingat mereka belum pernah memperoleh materi terkait bencana alam sebelumnya. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, simulasi gempa bumi, serta pemutaran lagu edukatif tentang mitigasi bencana. Berdasarkan hasil kegiatan, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi, baik saat menerima materi maupun saat mengikuti simulasi. Beberapa siswa juga aktif bertanya mengenai penyebab terjadinya gempa bumi, yang menunjukkan adanya rasa ingin tahu dan pemahaman yang berkembang. Hasil ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang menegaskan bahwa edukasi bencana melalui pendekatan partisipatif dan simulasi nyata dapat meningkatkan kesiapsiagaan anak-anak di sekolah. Dengan demikian, kegiatan mitigasi bencana ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan dasar dalam menghadapi gempa bumi secara lebih tenang dan terarah.
Dampak Program Sosialisasi Posyandu Reamaja Terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Remaja di Desa Kotandelu: Pengabdian Maria Hestiana; Hasriani; Yeyen; Ronny Hacarmawi Nauf; Yohanis Marianus Deku; Sisilia Dua Bura; Fransiska Fritilia; Nadila; Zaina Anwar; Tiara Oktaviani; Helena Hale; Veronika Dua Riong
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4905

Abstract

Kesehatan remaja merupakan aspek penting dalam keberlanjutan pembangunan masyarakat, sebagaimana ditegaskan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan yang menekankan pentingnya kesehatan anak dan peserta didik untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Masa remaja adalah fase transisi yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, baik fisik maupun mental, sehingga diperlukan pendekatan promotif dan preventif melalui program terintegrasi. Posyandu Remaja hadir sebagai inovasi layanan kesehatan berbasis masyarakat yang memberikan edukasi mengenai gizi, kesehatan reproduksi, kesehatan mental, serta pencegahan stunting.Sosialisasi Posyandu Remaja di Desa Kotandelu, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka yang dilaksanakan pada 21 Agustus 2025 bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan. Kegiatan dilakukan melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, kolaborasi dengan kader posyandu dan bidan desa, serta pemeriksaan kesehatan sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari remaja, peningkatan pemahaman tentang manfaat Posyandu Remaja, serta terbentuknya motivasi untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan rutin.Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan Posyandu Remaja di Desa Kotandelu dapat berjalan secara berkelanjutan, menjadi wadah pembinaan, komunikasi, serta pencegahan masalah kesehatan remaja, sehingga tercipta generasi yang sehat, produktif, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan desa. Dampak nyata yang terlihat adalah meningkatnya kedisiplinan remaja untuk hadir secara rutin di posyandu, kesadaran terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini, serta tumbuhnya perilaku hidup sehat seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan diri, mengonsumsi makanan bergizi, dan menghindari perilaku berisiko. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan kepedulian sosial remaja terhadap lingkungan dan teman sebaya. Secara keseluruhan, sosialisasi Posyandu Remaja di Desa Kotandelu mampu membentuk generasi muda yang sehat, produktif, percaya diri, dan berdaya saing, serta diharapkan berkontribusi bagi kemajuan desa secara berkelanjutan.