Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PERAN MUSYRIFAH SEBAGAI PEMBIMBING ASRAMA DALAM PEMBENTUKAN ADAB DAN KEMANDIRIAN SANTRIWATI DI SALAFIYAH WUSTHA ICBB YOGYAKARTA Umareni, Umareni; Kholaidah, Najla Aulia; Qoriina, Qoriina; Wardani, Widyaningtyas Kusuma
Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah Vol. 10 No. 4 (2025): December (In Progress)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jkps.v10i4.1087

Abstract

The cultivation of manners and independence is a fundamental aspect of character education in Islamic boarding schools, especially for female students in their teenage years who are developing their personal identity. Within the dormitory setting, musyrifahs play a strategic role as mentors, guides, supervisors, and role models in shaping the students’ behavior and daily discipline. This study aims to analyze the role of musyrifah as dormitory mentors in fostering manners and independence among female students at Pondok Pesantren Salafiyah Wustha Islamic Centre Bin Baz Putri Yogyakarta. Using a qualitative approach with a case study design, this research explores daily interactions, dormitory regulations, and religious values that contribute to character formation. Data were collected through in-depth interviews and documentation, then analyzed using Miles and Huberman’s interactive analysis model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that musyrifahs play three main roles: as uswatun hasanah (exemplary figures), as mentors in instilling manners and worship practices, and as supervisors ensuring daily discipline. Manners are developed through habituation, modeling, and direct advice, while independence is built through personal responsibility, collective activities, and a tiered supervision system. Supporting factors include the pesantren’s Salafi-based culture, emotional closeness between musyrifah and students, and a structured evaluation system of manners.
Merawat Alam, Menyelamatkan Manusia: Pengabdian dan Refleksi Spiritual-Ekologis atas Bencana Banjir Bandang aceh 26 November 2025 Mardhiah, Ainal; Tabroni‬ , Imam; Nur, Hasan Basri M.; Umareni, Umareni; Prihandini, Zila Muzdalifah; Hunainah, Hunainah
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/xsrnqq95

Abstract

Banjir bandang Aceh 26 November 2025 tidak hanya menelan korban jiwa dan harta benda, tetapi juga mengungkap problematika mendalam tentang kerusakan lingkungan akibat ulah manusia yang berbuah petaka bagi masyarakat hilir. Metode pengabdian ini menggunakan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan refleksi reflektif-spiritual selama tiga belas kali perjalanan ke tujuh kabupaten terdampak sejak 27 November 2025 hingga waktu penulisan. Hasil menunjukkan empat temuan utama. Pertama, kayu gelondongan bernomor dan bernama di Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang menjadi bukti illegal logging terorganisir penyebab utama bencana. Kedua, gunung-gunung di Aceh Tengah dan Bener Meriah mengalami keretakan struktural dengan longsor susulan tanpa hujan akibat deforestasi dan pertambangan emas di daerah aliran sungai. Ketiga, sebanyak 563 jiwa meninggal, 22 desa lenyap, dan 91.665 korban mengungsi dalam kondisi rentan dengan ancaman pelecehan seksual di tenda-tenda pengungsian. Keempat, ironi kebijakan terjadi ketika korban diancam hukuman memanfaatkan kayu banjir sementara pelaku perusak hutan bebas tanpa sanksi. Kesimpulan  menegaskan bahwa bencana ini adalah buah dari hilangnya amanah dalam pengelolaan lingkungan dan perlindungan rakyat. Saran adanya advokasi kebijakan penegakan hukum berkeadilan, kerjasama perguruan tinggi-pemerintah-masyarakat untuk pemanfaatan material bencana secara ekonomis, pendampingan psikososial berbasis spiritual, dan dorongan moratorium pembukaan lahan serta restorasi ekosistem hulu.