Isu literasi di Indonesia sering diberitakan di media massa dan masih tergolong rendah dibandingkan negara lain. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga memahami dan menggunakan informasi secara efektif. Media massa berperan menyampaikan isu ini kepada publik melalui teks berita dengan sudut pandang tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teks berita menggunakan pendekatan Linguistik Sistemik Fungsional dengan menelaah metafungsi ideasional, interpersonal, dan tekstual. Terlebih, penelitian ini berusaha memahami bagaimana bahasa mengonstruksi makna dalam wacana media, mengingat teks berita memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi publik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi berdasarkan klausa-klausa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ideasional didominasi oleh proses material yang merepresentasikan tindakan nyata, didukung oleh proses relasional, mental, verbal, dan eksistensial. Pada interpersonal, seluruh klausa berbentuk deklaratif yang menunjukkan bahwa teks berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, dengan penggunaan modalitas yang mencerminkan tingkat kepastian dan sikap penulis. Sementara itu, tekstual menunjukkan pola temma-rema yang konsisten dengan dominasi topical theme berupa subjek, sehingga mendukung keteraturan teks. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian linguistik dengan menunjukkan bagaimana metafungsi bekerja dalam membangun makna pada teks berita, serta dapat menjadi referensi dalam analisis wacana media. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah data yang hanya berfokus pada satu teks, sehingga untuk penelitian selanjutnya disarankan menggunakan data yang lebih beragam serta mengombinasikan dengan pendekatan lain seperti analisis wacana kritis agar hasil lebih mendalam.