Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Tanaman puspa (Schima wallichii) berpotensi sebagai antidiabetes alami karena kandungan senyawa bioaktif flavonoid dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi toksisitas ekstrak etil asetat ranting S. wallichii serta pengaruhnya terhadap perbaikan histopatologi pankreas pada mencit diabetes. Penelitian eksperimental dengan pre-test dan post-test kelompok kontrol ini menggunakan 20 ekor mencit (Mus musculus) yang diinduksi aloksan, dibagi menjadi kelompok kontrol negatif, kontrol positif, dan kelompok perlakuan dengan dosis 98 mg/kgBB dan 196 mg/kgBB. Analisis data berat badan dan kadar gula darah menggunakan uji One-Way ANOVA, sedangkan histologi pankreas diamati dengan pewarnaan Hematoxylin-Eosin (HE). Uji toksisitas menunjukkan bahwa ekstrak ranting S. wallichii memiliki toksisitas rendah; tidak ditemukan kematian hewan uji, namun terlihat respons fisiologis ringan sementara berupa piloereksi (bulu mengembang) dan hiperaktif. Secara histologis, kelompok kontrol positif menunjukkan kerusakan pankreas signifikan berupa nekrosis dan degenerasi sel. Sebaliknya, pemberian ekstrak secara signifikan memperbaiki struktur histologi pankreas dibandingkan kontrol positif (p < 0,05), dengan perbaikan optimal dan pengurangan kerusakan sel terbesar terlihat pada dosis 196 mg/kgBB. Ekstrak etil asetat ranting S. wallichii relatif aman dan memiliki potensi terapeutik sebagai agen antidiabetes melalui mekanisme perbaikan jaringan pankreas pada mencit yang diinduksi aloksan.