Guidance and Counseling Services in schools often experience operational inefficiencies, such as manual recording of consultation histories and slow and unstandardized identification of student problems (personal, social, and learning). These problems underlie the need to develop a web-based expert system capable of providing a systematic initial diagnosis. This study aims to analyze the functional requirements of the system and acquire and formulate an initial knowledge base from Guidance and Counseling Teachers as domain experts. The method used is Research and Development guided by the Expert System Development Life Cycle framework, with a focus on the Planning and Knowledge Definition stages through structured interviews. This study specifically fills the gap in the literature on the formalization stage of the initial knowledge base of an expert system focused on guidance and counseling services. The results are the definition of the system's functional requirements (digital history module and PDF reporting) and an initial knowledge base in the form of a structured IF-THEN rule set. This knowledge base justifies the use of the Forward Chaining method as an inference logic that runs from student symptoms to diagnostic conclusions. With this valid rule base, the system is ready to become the foundation for an accurate diagnosis. ___________________________________________________________________Layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah seringkali mengalami inefisiensi operasional, seperti pencatatan riwayat konsultasi yang masih manual dan identifikasi masalah siswa (pribadi, sosial, belajar) yang lambat dan belum terstandar. Permasalahan ini mendasari kebutuhan untuk mengembangkan sistem pakar berbasis web yang mampu memberikan diagnosis awal secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan fungsional sistem dan mengakuisisi serta merumuskan basis pengetahuan awal dari Guru Bimbingan dan Konseling sebagai pakar domain. Metode yang digunakan adalah Research and Development yang dipandu oleh kerangka Expert system Development Life Cycle, dengan fokus pada tahap Perencanaan dan Pendefinisian Pengetahuan melalui wawancara terstruktur. Penelitian ini secara spesifik mengisi kekosongan literatur pada tahap formalisasi basis pengetahuan awal sistem pakar yang berfokus pada layanan bimbingan dan konseling. Hasilnya adalah terdefinisinya kebutuhan fungsional sistem (modul riwayat digital dan pelaporan PDF) dan basis pengetahuan awal berupa set aturan IF-THEN yang terstruktur. Basis pengetahuan ini menjustifikasi penggunaan metode Forward Chaining sebagai logika inferensi yang berjalan dari gejala siswa menuju kesimpulan diagnosis. Dengan basis aturan yang valid ini, sistem siap menjadi fondasi diagnosis yang akurat.