Abstract— Peningkatan emisi karbon yang berasal dari sektor transportasi telah menimbulkan kekhawatiran di tingkat global, sehingga mendorong pergeseran menuju kendaraan ramah lingkungan seperti sepeda motor listrik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis berbagai faktor yang memengaruhi minat masyarakat di Jawa Timur untuk membeli sepeda motor listrik dengan menerapkan metode Structural Equation Modelling (SEM). Variabel-variabel utama yang diteliti meliputi kebijakan insentif finansial, kebijakan penyediaan informasi, kebijakan kemudahan, nilai psikologis, sikap, norma subjektif, persepsi produk, status kognitif, dan persepsi kontrol perilaku. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 250 responden yang memiliki minat terhadap sepeda motor listrik. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa kebijakan insentif finansial serta kebijakan penyediaan informasi memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai psikologis (p < 0,05), sedangkan kebijakan kemudahan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Selain itu, nilai psikologis, norma subjektif, persepsi produk, status kognitif, dan persepsi kontrol perilaku terbukti berpengaruh signifikan terhadap minat pembelian (p < 0,05). Sebaliknya, variabel sikap, kebijakan kemudahan, kebijakan penyediaan informasi, dan kebijakan insentif finansial tidak memiliki pengaruh langsung terhadap minat pembelian. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan minat masyarakat untuk membeli sepeda motor listrik tidak hanya bergantung pada pemberian insentif ekonomi, tetapi juga perlu didukung oleh upaya edukasi dan peningkatan persepsi terhadap produk. Keywords— Sepeda motor listrik, minat beli, SEM, faktor psikologis, insentif.