Human Immunodeficiency Virus (HIV) mengganggu sistem kekebalan tubuh dan sering dikaitkan dengan kelainan hematologis seperti anemia, neutropenia, limfopenia, dan trombositopenia. Meskipun terapi antiretroviral (ARV) penting untuk menekan replikasi virus, hubungannya dengan parameter hematologis seiring waktu tetap signifikan secara klinis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara kelainan hematologis dan viral load dengan lama penggunaan terapi ARV pada pasien HIV di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 42 pasien HIV. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan korelasi Spearman, dengan tingkat signifikansi p 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 28 pasien (66,7%) mengalami anemia, 21 pasien (50%) limfopenia, 13 pasien (31%) neutropenia, dan 1 pasien (2,4%) trombositopenia, sementara 29 pasien (69%) memiliki viral load yang tidak terdeteksi. Analisis statistik tidak menemukan korelasi yang signifikan antara kelainan hematologis dengan lama terapi ARV, maupun antara viral load dengan lama pengobatan (p 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa terapi ARV jangka pendek (6–12 bulan) mungkin belum cukup untuk memperbaiki profil hematologis atau memastikan supresi virus secara konsisten, sehingga menekankan pentingnya pemantauan rutin parameter darah dan intervensi klinis dini dalam tata laksana HIV. Studi longitudinal lebih lanjut direkomendasikan untuk mengevaluasi hasil hematologis dan virologis jangka panjang dari terapi ARV.