Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Expressive Writing Therapy Terhadap Penurunan Tingkat Stres Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisis Di Rsud Undata Sulawesi Tengah: The Effect of Expressive Writing Therapy on Reducing Stress Levels in Patients Undergoing Hemodialysis at Undata Regional Hospital, Central Sulawesi Wildianty M. Manggi; Masri Dg. Taha; Ahmil
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9386

Abstract

Latar Belakang: Penyakit ginjal merupakan masalah kesehatan dunia dengan peningkatan insidensi dan prevelensi yang cukup tinggi. secara rutin sehingga mengakibatkan terjadi gangguan psikologi salah satunya yaitu stres. Expressive Writing Therapy merupakan terapi psikologis yang dapat menurunkan tingkat stres dengan cara menulis untuk merefleksikan pikiran dan perasaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan perbedaan tingkat stres pada pasien penderita penyakit ginjal yang menjalani hemodialisis di RSUD Undata sebelum dan setelah diberikan Expressive Writing Therapy. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Pre-Experimen menggunakan rancangan One Grup Pre Test And Post Test Desain. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 87 orang dan sampel berjumlah 47 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan uji yang digunakan yaitu Mc.Nemar. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa nilai p=0.00 (p ? 0,05). Tingkat stres responden sebelum melakukan Expressive Writing Therapy adalah stres berat (66.0%), stres sedang (29.8%), dan stres ringan (4.3%). Sedangkan tingkat stres setelah dilakukan Expressive Writing Therapy adalah stres ringan (23.4%), stres sedang (55.3%), dan stres berat (21.3%). Kesimpulan: Ada pengaruh Expressive Writing Therapy terhadap penurunan tingkat stres pada pasien yang menjalani hemodialisis di RSUD Undata Sulawesi tengah. Saran: Di harapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan dan masukan sebagai intervensi nonfarmakologi dalam penurunan stress.
Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Tawaeli: Penelitian Dita; I Made Rio Dwijayanto; Masri Dg. Taha
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5216

Abstract

Health service quality is a key determinant of patient satisfaction at primary health care facilities.. Suboptimal services, such as long waiting times, ineffective communication, and limited facilities, can reduce patients’ perceptions of service quality. Community Health Centers (Puskesmas) as primary health care providers are required to deliver fast, accurate, and high-quality services. This study was conducted to examine the association between service quality and outpatient satisfaction at the Tawaeli Community Health Center. Methods: A cross-sectional quantitative approach was used in this study, with the population consisting of all outpatients at Tawaeli Community Health Center, with a sample of 56 respondents selected using accidental sampling. Data were collected using service quality and patient satisfaction questionnaires. Data were analyzed through univariate and bivariate statistical procedures, with the Chi-Square test applied to assess the relationship between variables. Results:Most respondents rated the service quality as fairly good (78.6%), while the majority of patients reported being dissatisfied (83.9%). The Chi-Square test showed a p-value of 0.000 (p<0.05). Conclusion: There is a significant relationship between service quality and outpatient satisfaction at Tawaeli Community Health Center. Recommendation: Improvements in service timeliness, communication, and facility adequacy are recommended to enhance patient satisfaction.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kecemasan Orang Tua pada Anak yang Dilakukan Pemasangan Infus Diruangan Catelia RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Correlation Between Knowledge Level and Anxiety of Parents Toward Children Undergoing Intravenous Infusion In The Catelia Ward of the Undata General Hospital Central Sulawesi Province Putri K. Amas; Masri Dg. Taha; Suaib
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10309

Abstract

Latar Belakang: Terapi infus sebagai salah satu tindakan invasif memerlukan keterampilan yang cukup saat melakukan pemasangan. Orang tua umumnya merasa cemas ketika anak mereka mempunyai masalah kesehatan. Reaksi fisiologi dan psikologi yang tampak merupakan indikasi adanya kecemasan orang tua terhadap anaknya yang sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dengan kecemasan orang tua pada anak yang dilakukan pemasangan infus di ruangan Catelia RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan Crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak yang terpasang infus dan dirawat di ruang Catelia RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah dengan sampel berjumlah 33 responden. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup dan sebagian besar kecemasan dalam kategori berat serta hasil analisis uji bivariat ditemukan p value 0,016 ? 0,05. Simpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kecemasan orang tua pada anak yang dilakukan pemasangan infus di ruangan Catelia RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Saran: Bagi orang tua agar lebih memahami dan tidak takut untuk bertanya serta menggali informasi terkait masalah kesehatan, dengan demukian dapat mengurangi kecemasan terhadap anaknya saat menjalani pemasangan infus, karena pemahaman yang lebih baik tentang prosedur pemasangan infus.