Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PELAKSANAAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL TRIAGE DI RUANG IGD RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH ., Ahmil
KESMAS Vol 7, No 6 (2018): Volume 7, Nomor 6, November 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan yang dilakukan di instalasi gawat darurat harus sesuai dengan standar prosedur operasional, salah satunya adalah standar prosedur operasional triage. Pelaksanaan triage di ruang IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah tidak sesuai dengan standar prosedur operasional yang telah ditetapkan oleh Rumah Sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan standar prosedur operasional triage di ruang IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 33 orang dan jumlah sampel sebanyak 30 orang (3 orang perawat cuti) dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square.  Hasil penelitian ini didapatkan ada hubungan tingkat pendidikan dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan standar prosedur operasional triage, nilai p=0,047 (p<0,05) dan ada hubungan pelatihan gawat darurat dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan standar prosedur operasional triage, nilai p=0,041 (p<0,05). Variabel yang tidak bermakna yaitu usia(p=0,417), jenis kelamin (p=0,72), status pekerjaan (p=0,259), lama bekerja (p=0,712), dan pengetahuan (p=1.000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan tingkat pendidikan dan pelatihan gawat darurat dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan standar prosedur operasional triage di ruang IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah dan tidak ada hubungan antara usia, jenis kelamin, status pekerjaan, lama bekerja dan pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan standar prosedur operasional triage di ruang IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Kata Kunci : Perawat, Kepatuhan, Triage. ABSTRACTHealth services that done in emergency unit should based on operational prosedural standar, one of it is triage operational prosedural standar. Implementation of triage operational prosedural standar in emergency unit of Undata General Hospital still unproper implementation. This study aims to identify the relationship factors of nurses obediance in implementation of triage operational prosedural standar in Emergency unit of Undata General Hospital, Central Sulawesi Province. This is quantitative study with cross sectional approaching. Population number were 33 staff nurses, but samples number were 30 staff nurses (3 of them in annual leave) and taken by totally sampling technique. Data analyzed by chi-square test. The resul found that having relationship of educational level with nurses obediance in implementation of triage operational prosedural standar, with p value = 0,047 (p < 0,05). And having relationship of emergency training with nurses obediance in implementation of triage operational prosedural standar, with P value = 0,041 (p < 0,05). No significant variabels consist of age (p  = 0,417), gender (p=0,72), occupational status (p = 0,259), length of work (p = 0,712), and knowledge (p = 1,000). Conclusion of this study that having relationship of educational level and emergency trainning with nurses obediance in implementation of triage operational prosedural standar in Emergency unit of Undata General Hospital, Central Sulawesi Province. And no relationship between age, gender, occupational status, lenght of work and knowledge with nurses obediance in implementation of triage operational prosedural standar in Emergency unit of Undata General Hospital, Central Sulawesi Province. Keywords: Nurses, Obedience, Triage.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI IBU TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA JONO’OGE Sringati, Sringati; Walean, James; Ahmil, Ahmil; Lita Fitrianur, Widya; Upa’ Pangli, Vemy
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.345 KB) | DOI: 10.22487/htj.v2i1.23

Abstract

PENGARUH TERAPI SPRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) TERHADAP KUALITAS TIDUR LANSIA DI YAYASAN AL KAUTSAR KOTA PALU SULAWESI TENGAH Pebri, Pebriani; Ahmil; Hidayat, Elin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33140

Abstract

Kualitas tidur yang tidak memadai pada lansia dapat menyebabkan penurunan fungsi sehari-hari, perasaan lemah, penurunan daya tahan fisik, tanda-tanda vital yang tidak stabil, kesulitan fokus, dan mekanisme koping yang tidak memadai. Selain itu, penyakit seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, dan penyakit kardiovaskular juga muncul. Oleh karena itu, diperlukan penatalaksanaan yang tepat, yaitu penatalaksanaan non-farmakologis, untuk mengatasi masalah tidur pada lansia. Salah satunya adalah pemberian terapi Spritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Tujuan dari dilakukannya penelitian ini untuk melihat bagaimana terapi SEFT dapat mempengaruhi kualitas tidur lansia di Yayasan Al Kautsar Kota Palu. Penelitian kuantitatif yang menggunakan teknik pre-experiment dengan design one group pretest-posttest  merupakan metodologi yang digunakan. Sampel terdiri dari 15 responden yang bersedia dari 73 responden yang tergabung dalam populasi Yayasan Al Kautsar yang diteliti, yang dipilih melalui teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Temuan penelitian sebelum pemberian terapi Spritual Emotional Freedom Technique menunjukkan bahwa seluruh individu lanjut usia (n = 15) memiliki kualitas tidur yang tidak baik. Namun setelah mendapat terapi SEFT, 12 orang ( 80,0%) memiliki kualitas tidur yang baik dan 3 orang (20,0%) memiliki Gangguan tidur. Nilai p-value sebesar 0,00 (p-value   0,05) diperoleh dari Uji Mc Namer Test. Oleh karena itu, lansia di Yayasan Al Kautsar Kota Palu dapat memperoleh manfaat dari terapi Spritual Emotional Freedom Technique (SEFT)  yang mengalami perubahan dalam hal kualitas tidurnya.   
Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Produk Ikan Tuna Khas Boneoge Menggunakan Asap Cair di Kelurahan Boneoge Fadlhi, Wendi Muhammad; Ahmil, Ahmil; Rumagit, Agnes Marshela; Suraya, Anisa; Putri, Endra Eka; Masdim, Indah Sari; M.Haris, Nilan Sari; Velisya, Velisya; Viliano, Agung; Faradibba, Faradibba; Husnah Idrus, Hijrah Mil; B. Kidding, Kurniati; Dandi, Mohammad; Safari Yahya, Galang; Suhair, Nauval; Aulianisa, Nurul; Wanda, Wanda; Febriani, Ribi; Pratiwi, Sinta; Nur'aini, Nur'aini
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 5 (2024): September
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v3i5.439

Abstract

Boneoge adalah kelurahan di kecamatan Banawa, Donggala, Sulawesi Tengah, Indonesia. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara awal yang dilakukan oleh tim, didapatkan bahwa masyarakat kurang mengetahui sistem  pengawetan ikan yang modern dan alami selain itu Nelayan pesisir laut Boneoge tidak memiliki teknologi pengawetan ikan sehingga mengakibatkan harga jual rendah bahkan jika hasil tangkapan melimpah ikan – ikan dibuang begitu saja . Hal ini mengakibatkan kerugian pada tingkat masyarakat sehingga perlu dicarikan solusi mengenai kemitraan dan pemasaran hasil tangkapan. Tujuan dari pelaksanaan program Peningkatan kemahasiswaan (PPK Ormawa) Forum mahasiswa KIP-Kuliah Universitas Widya Nusantara adalah Meningkatkan Keterampilan terkait pembuatan produk ikan Tuna khas boneoge menggunakan asap cair serta Meningkatkan perekonomian masyarakat di Kelurahan Boneoge. Metode dalam kegiatan ini adalah dengan memberikan Pelatihan pengolahan ikan tuna asap cair dengan melibatkan Ibu – Ibu PKK dan pembuatan asap cair dengan kelompok nelayan. Hasil dari kegiatan ini kelompok nelayan mampu memahami cara mengelola serta manajemen usahanya dari sisi manajemen pengolahan asap cair  dan kelompok ibu – ibu PKK mampu memahami cara mengelola serta usahanya dari sisi manajemen produk ikan tuna asap cair maupun olahan ikan tuna asap cair serta pemasaran hasil olahan yang diproduksi. Dari pelatihan yang telah dilakukan para peserta cukup antusias dalam menggali manfaat dan potensi asap cair yang disampaikan oleh tim PPK Ormawa. Pelaksanaan program kegiatan PPK Ormawa telah mencapai keberhasilan tidak terlepas dari dukungan dan kerjasama dari pihak mitra serta Pelaksanaan program mampu menghasilkan luaran-luaran yang diharapkan.
Hubungan Komunikasi Interpersonal Keluarga dengan Tingkat Kepercayaan Diri Remaja di SMP GKST Poso Lario, Shevanie Hoa Tio; Dwijayanto, I Made Rio; Ahmil, Ahmil
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25589

Abstract

Komunikasi merupakan penentu dalam kehidupan dan unsur utama dari interaksi kehidupan terutama bagi manusia dari lahir sampai mati cenderung memerlukan bantuan dari orang lain. Kepercayaan terhadap diri seseorang dapat mengontrol hidup dan rencananya menjadikan karakter dirinya. Tujuan dari penelitian ini yaitu teranalisis hubungan komunikasi interpersonal keluarga dengan tingkat kepercayaan diri remaja di SMP GKST Poso. Jenis penelitian kuantitatif dengan Desain observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Jumlah populasi penelitian ini yaitu 63 orang dengan jumlah sampel 63 orang, dengan tekhnik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. penelitian menunjukkan bahwa dari 63 responden, 41 responden mempunyai komunikasi interpersonal keluarga yang tinggi (65,1%) dan 40 responden mempunyai tingkat kepercayaan yang tinggi (65,5%). Hasil penelitian dari 63 responden menggunakan uji chi-square dan hasil didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Ada hubungan komunikasi interpersonal keluarga dengan tingkat kepercayaan diri remaja di SMP GKST Poso.
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Gout Arthritis Pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Wuasa Kabupaten Poso Jayanti, Ade Indra; Siauta, Viere Allanled; Ahmil, Ahmil
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25676

Abstract

Gout arthritis merupakan hasil ukur dari metabolism purin, yang ditandai dengan peningkatan asam urat dan serangan sinovitis akut berulang-ulang. Hasil observasi yang dilakukan terhadap 4 responden kurus, normal, kelebihan berat badan, obesitas yang berkunjung ke puskesmas Wuasa kabupaten Poso menunjukan bahwa pasien yang obesitas menderita penyakit gout arthritis dimana responden tersebut mempunyai pola makan yang berlebihan. Tujuan Penelitian ini diketahuinya hubungan status gizi dengan kejadian gout arthritis pada lansia di wilayah kerja puskesmas wuasa kabupaten poso. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien lansia yang sering berkunjung di puskesmas wuasa kabupaten poso sebanyak 116 orang dan sampel pada penelitian ini sebanyak 89 orang. Uji yang digunakan peneliti yaitu uji Kruskal walish. Hasil penelitian dari 89 orang analisa data menggunakan uji kruskall walish dengan variabel status gizi dengan kejadian gout arthritis pada lansia di wilayah kerja puskesmas wuasa kabupaten poso. Hasil uji kruskall walish diperoleh p value adalah 0,001 (<0,005). Kesimpulan : Ada hubungan status gizi dengan kejadian gout arthritis pada lansia di wilayah kerja puskesmas wuasa kabupaten poso
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Gout Arthritis Pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Wuasa Kabupaten Poso Jayanti, Ade Indra; Siauta, Viere Allanled; Ahmil, Ahmil
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25714

Abstract

Gout arthritis merupakan hasil ukur dari metabolism purin, yang ditandai dengan peningkatan asam urat dan serangan sinovitis akut berulang-ulang. Hasil observasi yang dilakukan terhadap 4 responden kurus, normal, kelebihan berat badan, obesitas yang berkunjung ke puskesmas Wuasa kabupaten Poso menunjukan bahwa pasien yang obesitas menderita penyakit gout arthritis dimana responden tersebut mempunyai pola makan yang berlebihan. Tujuan Penelitian ini diketahuinya hubungan status gizi dengan kejadian gout arthritis pada lansia di wilayah kerja puskesmas wuasa kabupaten poso. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien lansia yang sering berkunjung di puskesmas wuasa kabupaten poso sebanyak 116 orang dan sampel pada penelitian ini sebanyak 89 orang. Uji yang digunakan peneliti yaitu uji Kruskal walish. Hasil penelitian dari 89 orang analisa data menggunakan uji kruskall walish dengan variabel status gizi dengan kejadian gout arthritis pada lansia di wilayah kerja puskesmas wuasa kabupaten poso. Hasil uji kruskall walish diperoleh p value adalah 0,001 (<0,005). Kesimpulan : Ada hubungan status gizi dengan kejadian gout arthritis pada lansia di wilayah kerja puskesmas wuasa kabupaten poso
Hubungan Beban Kerja dan Emotional Intelegent dengan Kinerja Perawat IGD di RSUD Anutapura Palu Ansar, Moh.; Ahmil, Ahmil; Siauta, Viere Allanled
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25758

Abstract

Rumah sakit adalah suatu jenis fasiltas kesehatn yang meberikan pelayan rawat inap, rawat jalan, dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) secara lengkp kepada pasen. Peran perawat IGD sangat besar ketika pasien mengalami kegawatdaruratan, sehingga perawat IGD memiliki beban kerja yang semakin besar, dalam menghadapi beban kerja yang berat perawt seharusya memilki cerdasan sala satuya kecerdasn emosinal. Peneltian ini menganalsis hubungn bebn kerja dan emotional intelegent dengan kerja prawat IGD di RSUD Anutapura Palu. Jenis peneltian kuanttatif dengan mengunakan pendekatn cros sectional. Populas dalam peneltian ini prawat IGD di RSUD Anutapura Palu bejumlah 30 orang. Pengamblan sampel mengunakan total samplng. Hasil penelitan dari 30 respondn menunjukan bahwa sebagian besar memilki bebn kerja berat dengn knierja kurang yatu 13 respondn (68,4%), dan terdapat hubungan yang signifkan antar beban kerja dan kinerja perawat dengan nilai p-value 0,006<0,05. Penelitian ini menunjukkan bahwa beban kerja dan emotional intellegent yang tinggi maupun rendahnya berhubungan dengan kinerja yang lebih rendah sehingga penting bagi rumah sakt untuk memberkan pelatihan manajemen emosi dan pengelolaan beban kerja. Diharapkan dapat menjadi bahan masukkan bagi pihak rumah sakit dalam menigkatkan pelayanan kesehatan dalam menghadapi beban kerja dan dan emotional intelegent.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG OSTEOPOROSIS DENGAN UPAYA PENCEGAHAN JATUH PADA LANSIA DI DESA MOKUPO KECAMATAN KARAMAT KABUPATEN BUOL A. Salakea, Yunisetiani; Ahmil, Ahmil; Rammang, Sisilia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44982

Abstract

Bertambahnya usia, terdapat kecenderungan penurunan berbagai kapasitas fungsional, baik pada tingkat sel maupun organ. Hal ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan termaksuk munculnya osteoporosis yang bisa menyebabkan resiko jatuh pada lansia, sehingga dibutuhkan antisipasi yang berasal dari pengetahuan lansia tentang tatacara dalam upaya pencegahan jatuh. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain obsevasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang berada di Desa Mokupo Kecamatan Karamat Kabupaten Buol berjumlah 167 orang, dengan sampel berjumlah 72 orang dan teknik penarikan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 72 responden mayoritas memiliki pengetahuan kurang tentang osteoporosis yaitu sebanyak 33 responden (45,8%), dan dari 72 responden memiliki upaya pencegahan jatuh berada dalam kategori kurang yaitu 31 responden (43,1%). Hasil penelitian dari 72 responden menggunakan uji statistik chi-square p-value = 0,000 (p<0.05). Kesimpulan Ada hubungan pengetahuan tentang osteoporosis dengan upaya pencegahan jatuh pada lansia di Desa Mokupo Kecamatan Karamat Kabupaten Buol. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi perhatian kepada puskesmas untuk melakukan penyuluhan tentang pentingnya pengetahuan osteoporosis, dan juga dapat menjadi masukan kepada keluarga agar memberikan pengetahuan tentang osteoporosis sehingga dapat mencegah resiko jatuh pada lansia.  
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DAN PERGAULAN TEMAN SEBAYA DENGAN KENAKALAN REMAJA (JUVENILE DELINGUENCY) Alfiana, Dinda; Dwijayanto, I Made Rio; Ahmil
Nursing Arts Vol. 19 No. 1 (2025): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v19i1.79

Abstract

Masa remaja adalah fase peralihan yang rentan terhadap kenakalan. Hasil observasi awal di SMPN 3 Banawa menunjukkan berbagai kasus seperti merokok, bullying, membolos, berkata kasar, dan tawuran, sementara beberapa orang tua cenderung mengabaikannya. Penelitian ini menganalisis hubungan pola asuh orang tua dan pergaulan teman sebaya dengan kenakalan remaja di SMPN 3 Banawa.  Metode penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 145 siswa kelas VIII dan IX yang dipilih menggunakan Stratified Proportional Random Sampling berdasarkan rumus Slovin. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square. Hasil uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara pola asuh orang tua (p = 0,007) dan pergaulan teman sebaya (p = 0,004) dengan kenakalan remaja. Kesimpulannya, pola asuh orang tua dan pergaulan teman sebaya berpengaruh terhadap kenakalan remaja di SMPN 3 Banawa. Disarankan siswa lebih selektif dalam pergaulan dan meningkatkan komunikasi dengan orang tua, keluarga, serta lingkungan untuk menekan angka kenakalan remaja.