Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Berbantuan Media Papan Gaya Terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas IV SD : The Influence of the Jigsaw Type Cooperative Learning Model Assisted by Style Board Media on the Cognitive Learning Outcomes of Fourth Grade Elementary School Students Aulia Mella Nooraisya; Syafa Aulia Tresarini; Widya Florensia Tarigan; Resa Salma Salsabila Az-Zahra; Shelsa Cantika Bahri; Luthfia Chairun Nisa Putri Syahbana; Haykal Gunanda Ahmad; Afridha Laily Alindra
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPAS Bab II Topik A “Apa itu Gaya?”. Latar belakang penelitian muncul dari rendahnya nilai Pre-test siswa yang berada pada rentang 30–80 dengan rata-rata 60,00, menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memahami konsep gaya secara optimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan model Jigsaw yang menekankan kerja sama, interaksi, dan tanggung jawab individu melalui kegiatan kelompok asal dan kelompok ahli Penelitian menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain One-Group Pretest–Posttest melibatkan 29 siswa yang dipilih secara purposive. Instrumen berupa 10 soal Pre-test dan 10 soal Post-test ranah kognitif menganalisis dan mengevaluasi yang telah divalidasi ahli. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitas, Paired Samples t-test, serta perhitungan N-gain Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 60,00 menjadi 80,34 pada post-test. Uji normalitas dan homogenitas menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen. Hasil Paired Samples t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05) sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai Pre-test dan post-test. Nilai rata-rata N-gain sebesar 0.5231 atau 52,31% berada pada kategori sedang, menandakan bahwa model Jigsaw cukup efektif meningkatkan pemahaman konsep gaya baik pada siswa berkemampuan rendah maupun tinggi secara keseluruhan, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terbukti memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa pada materi gaya dan dapat direkomendasikan sebagai alternatif pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Minat Beli Dessert Pada Bazar Pwku Berdasarkan Data Penjualan Dan Survei Konsumen: Analysis Of Factors Influencing Dessert Buying Interest At Pwku Bazaar Based On Sales Data And Consumer Surveys Resa Salma Salsabila Az-Zahra; Primanita Sholihah Rosmana; Arina Zahra Saskia; Najwa Ananda Pratiwi; Yuhaniz Aqila
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9943

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi elemen-elemen yang memengaruhi ketertarikan konsumen dalam membeli produk dessert kelompok 8 di acara Bazar PWKU di UPI Purwakarta dengan menggunakan data penjualan dan hasil survei konsumen. Studi ini mengaplikasikan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 37 pengunjung bazar sebagai responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup dengan skala Likert empat tingkat yang mencakup aspek kualitas/rasa produk, harga, pengemasan, dan niat beli. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif yang mencakup nilai rata-rata dan persentase. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa aspek rasa/kualitas mendapatkan nilai tertinggi dalam kategori sangat baik, diikuti oleh aspek minat beli dan harga yang termasuk dalam kategori baik. Sementara itu, aspek kemasan mendapatkan nilai terendah dalam kategori cukup, sehingga merupakan aspek yang paling perlu diperbaiki. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa citra rasa adalah elemen kunci yang mempengaruhi minat beli konsumen, tetapi perbaikan pada sisi kemasan diperlukan untuk meningkatkan daya saing dan keberlangsungan usaha mahasisw