Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Kebijakan Kesehatan untuk Meningkatkan Pemahaman Remaja Di Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi: Health Policy Education to Improve Adolescents’ Understanding in Kinovaro District, Sigi Regency Nurfianti; Veby Andriani; Sherllia Sofyana; Chisi Rahyani; Ririn R Asali
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 -In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10030

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan akibat keterbatasan pemahaman dan kepatuhan terhadap kebijakan kesehatan. Edukasi kebijakan kesehatan menjadi upaya promotif dan preventif yang penting untuk meningkatkan literasi kesehatan remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja terhadap kebijakan kesehatan melalui pendekatan edukasi partisipatif di Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan sasaran remaja usia 12–18 tahun yang dipilih secara purposive sampling. Kegiatan edukasi dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan tanya jawab dengan materi meliputi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kawasan tanpa rokok, gizi seimbang, kesehatan reproduksi remaja, dan kesehatan mental. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, diskusi, dan dokumentasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran remaja terhadap tujuan dan manfaat kebijakan kesehatan, serta perubahan cara pandang remaja yang sebelumnya menganggap kebijakan kesehatan sebagai aturan yang membatasi menjadi upaya perlindungan dan pencegahan. Kegiatan ini juga mendorong sikap positif dan partisipasi aktif remaja dalam menciptakan lingkungan sekolah dan masyarakat yang lebih sehat. Edukasi kebijakan kesehatan berbasis partisipatif terbukti efektifi sebagai strategi peningkatan literasi kesehatan remaja dan perlu dikembangkan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.