Rendahnya hasil belajar IPAS dan kurangnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran menjadi permasalahan yang masih sering ditemukan di sekolah dasar. Siswa cenderung pasif, kurang bekerja sama, serta belum terlibat optimal dalam memahami konsep melalui diskusi. Urgensi penelitian ini adalah untuk menghadirkan model pembelajaran yang mampu meningkatkan interaksi, kolaborasi, dan pemahaman siswa secara lebih merata. Salah satu model yang dipandang potensial adalah cooperative learning tipe Two Stay Two Stray (TSTS), yang menekankan aktivitas bertukar informasi antarkelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model TSTS terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas VI B SDK Maria Ferrari. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 26 siswa. Instrumen penelitian terdiri dari tes pilihan ganda sebagai pengukur hasil belajar serta dokumentasi sebagai pendukung data pelaksanaan pembelajaran. Teknik analisis data meliputi analisis deskriptif untuk melihat rata-rata dan ketuntasan belajar, serta analisis inferensial melalui uji normalitas dan uji paired sample t-test untuk menguji perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa meningkat dari 63,85 pada pretest menjadi 83,85 pada posttest, sedangkan ketuntasan klasikal meningkat dari 50% menjadi 100%. Hasil uji paired sample t-test memperoleh nilai signifikansi < 0,001 yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah penerapan model TSTS. Temuan ini membuktikan bahwa model cooperative learning tipe TSTS efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS karena mampu mendorong siswa lebih aktif berdiskusi, berbagi informasi, dan bekerja sama untuk memperkuat pemahaman konsep.