zahro, Finy muslihatuz
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Model Pembelajaran Pendidikan Karakter Berbasis Integrasi Nilai-Nilai Islam pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas X B di Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin Sidoharjo Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan putri, Ruwani; Mustafida, Mustafida; zahro, Finy muslihatuz
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2558

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of a character education learning model based on the integration of Islamic values in shaping students' moral attitudes and behavior. This study used a qualitative, descriptive-analytical approach to assess the effectiveness of a character education learning model based on the integration of Islamic values in shaping the moral attitudes and behavior of grade XB students in the subject of Aqidah Akhlak (Islamic Creed). The study was conducted at Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin, South Lampung, in the 2025/2026 academic year. The subjects included Aqidah Akhlak teachers and students selected purposively. Data collection was conducted through observation, in-depth interviews, and documentation, with interactive data analysis. Data validity was ensured through triangulation of sources and methods. The results indicate that the principal's leadership transformation at Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin plays a strategic role in improving teacher work ethic and professionalism through the integration of Islamic values into leadership practices and the school's work culture. Transformational leadership that emphasizes exemplary behavior, trustworthiness, and moral responsibility can build teachers' intrinsic awareness in carrying out their professional duties, so that improved performance is driven not only by formal rules but also by a commitment to values and spirituality. Furthermore, ongoing coaching and constructive academic supervision contribute to the development of teachers' pedagogical competence and personality. The integration of Islamic values into the work culture also fosters honest, responsible, and role-model-oriented professional behavior, which positively impacts the quality of education.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran pendidikan karakter berbasis integrasi nilai-nilai Islam dalam membentuk sikap dan perilaku akhlak peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-analitis untuk mengkaji efektivitas model pembelajaran pendidikan karakter berbasis integrasi nilai-nilai Islam dalam membentuk sikap dan perilaku akhlak peserta didik kelas X B pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Penelitian dilaksanakan di Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin Lampung Selatan pada tahun pelajaran 2025/2026. Subjek penelitian meliputi guru Akidah Akhlak dan peserta didik yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan analisis data interaktif serta keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi kepemimpinan kepala sekolah di Madrasah Aliyah Hidayatul Mubtadiin berperan strategis dalam meningkatkan etos kerja dan profesionalisme guru melalui integrasi nilai-nilai Islam dalam praktik kepemimpinan dan budaya kerja sekolah. Kepemimpinan transformasional yang menekankan keteladanan, amanah, dan tanggung jawab moral mampu membangun kesadaran intrinsik guru dalam menjalankan tugas profesional, sehingga peningkatan kinerja tidak hanya didorong oleh aturan formal, tetapi oleh komitmen nilai dan spiritual. Selain itu, pembinaan berkelanjutan dan supervisi akademik yang konstruktif berkontribusi pada pengembangan kompetensi pedagogik dan kepribadian guru. Integrasi nilai-nilai Islam dalam budaya kerja juga membentuk perilaku profesional yang jujur, bertanggung jawab, dan berorientasi pada keteladanan, yang berdampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan.
Penerapan Metode Pembelajaran Inquiry Learning Dalam Meningkatkan Partisipasi Aktif Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Kelas X Di MA Hidayatul Mubtadiin Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan Maulana, Rizky; Fernadi, M Feri; Zahro, Finy Muslihatuz
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2557

Abstract

This study aims to analyze the application of the Inquiry Learning method to increase active student participation in Fiqh (Islamic jurisprudence) for tenth grade students at MA Hidayatul Mubtadiin Jati Agung, South Lampung Regency. This study used a qualitative approach with a case study design to analyze the application of the Inquiry Learning method in increasing active participation in Fiqh for tenth grade students at MA Hidayatul Mubtadiin Jati Agung. The research subjects included teachers and students directly involved, with data collected through participant observation, in-depth interviews, and learning documentation. Analysis was conducted inductively through reduction, presentation, and drawing conclusions. Data validity was maintained through triangulation of sources and techniques. This design allows for a contextual and comprehensive understanding of the contribution of Inquiry Learning to active student participation. The results of this study indicate that the application of the Inquiry Learning method significantly increased the active participation of tenth grade students in Fiqh learning at MA Hidayatul Mubtadiin Jati Agung. This method encourages students to ask questions, express opinions, and argue logically, even for students who were previously passive. The shift in interaction from teacher-centric to student-centric through discussion and group work strengthens students' roles as subjects of learning and enhances critical thinking skills, communication skills, and self-confidence. The implementation of Inquiry Learning creates an interactive, participatory, and conducive classroom environment, thus supporting deeper mastery of Fiqh material and developing critical thinking competencies and sustainable argumentative skills.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode pembelajaran Inquiry Learning dalam meningkatkan partisipasi aktif siswa pada mata pelajaran Fiqih kelas X di MA Hidayatul Mubtadiin Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk menganalisis penerapan metode Inquiry Learning dalam meningkatkan partisipasi aktif siswa kelas X pada mata pelajaran Fiqih di MA Hidayatul Mubtadiin Jati Agung. Subjek penelitian meliputi guru dan siswa yang terlibat langsung, dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi pembelajaran. Analisis dilakukan secara induktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga dengan triangulasi sumber dan teknik. Desain ini memungkinkan pemahaman kontekstual dan komprehensif mengenai kontribusi Inquiry Learning terhadap partisipasi aktif siswa. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode Inquiry Learning secara signifikan meningkatkan partisipasi aktif siswa kelas X pada pembelajaran Fiqih di MA Hidayatul Mubtadiin Jati Agung. Metode ini mendorong siswa mengajukan pertanyaan, menyampaikan pendapat, dan berargumentasi secara logis, termasuk bagi siswa yang sebelumnya pasif. Pergeseran interaksi dari guru-sentris ke siswa-sentris melalui diskusi dan kerja kelompok memperkuat peran siswa sebagai subjek pembelajaran serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, dan kepercayaan diri. Penerapan Inquiry Learning menciptakan lingkungan kelas yang interaktif, partisipatif, dan kondusif, sehingga mendukung penguasaan materi Fiqih secara lebih mendalam dan membentuk kompetensi berpikir kritis serta kemampuan argumentatif yang berkelanjutan.
Motivasi Santri Dalam Menempuh Pendidikan Tinggi (Magister & Doktor) di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in Lampung Sari, Ratna Widiya Puspita; Mustafida, Mustafida; Zahro, Finy Muslihatuz
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam motivasi santri Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in Lampung Selatan dalam menempuh pendidikan tinggi pada jenjang magister dan doktor, dengan mempertimbangkan dinamika nilai religius, lingkungan sosial pesantren, serta orientasi keilmuan jangka panjang santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memahami secara mendalam motivasi santri Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in Lampung Selatan dalam menempuh pendidikan tinggi pada jenjang magister dan doktor. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi guna menggali pengalaman subjektif, nilai religius, serta dukungan lingkungan pesantren. Subjek penelitian meliputi santri pascasarjana, santri tingkat akhir, pengasuh, dan ustadz. Analisis data dilakukan secara tematik melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa motivasi santri Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in Lampung Selatan dalam menempuh pendidikan tinggi hingga jenjang magister dan doktor terbentuk melalui integrasi nilai religius, orientasi pengabdian sosial, dan dukungan lingkungan pesantren. Motivasi religius menjadi fondasi utama yang memaknai pendidikan pascasarjana sebagai ibadah dan amanah keilmuan. Orientasi pengabdian sosial menunjukkan bahwa studi lanjut dipahami sebagai sarana transformasi diri untuk memperluas kontribusi keilmuan, dakwah, dan pengembangan lembaga pendidikan Islam. Dukungan struktural dan kultural pesantren berperan penting dalam menjaga keberlanjutan studi santri. Temuan ini menegaskan peran pesantren sebagai ekosistem pendidikan yang mendorong aspirasi akademik tingkat lanjut berbasis nilai religius dan pengabdian berkelanjutan.