Nayla Fithratuzzahara
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI PENGUATAN COPING STRESS MAHASISWA DALAM MENGHADAPI TEKANAN AKADEMIK DAN ORGANISASI: STUDI PADA BPH LSO TAHFIDZ AL-QUR’AN Annisa Aqilah Haya; Nayla Fithratuzzahara
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 5 No. 2 (2025): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v5i2.1583

Abstract

Students who are actively involved in campus organizations often face dual pressures from academic demands and organizational responsibilities, which may trigger stress if not managed with adaptive coping skills. This study aims to evaluate the effectiveness of guided sharing sessions in enhancing stress coping abilities among student board members of LSO Tahfidz Al-Qur’an. Using a quantitative approach with a single-subject A-B-A experimental design, four selected participants took part in six intervention sessions involving group discussions, written reflections, and relaxation exercises. Pre-test results indicated a tendency toward maladaptive coping strategies, whereas post-test scores showed a significant increase in the use of adaptive coping mechanisms. The average coping score improved from 12.5 to 20.5. Qualitative data from participant reflections further supported these findings, revealing increased self-awareness and a stronger commitment to self-care. Thus, guided sharing sessions proved to be an effective and contextually relevant intervention to help students manage stress in the face of dual academic and organizational roles. Mahasiswa yang aktif dalam organisasi kerap menghadapi tekanan ganda dari tanggung jawab akademik dan kegiatan organisasi, yang dapat memicu stres jika tidak diimbangi dengan keterampilan coping yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sharing session terbimbing dalam meningkatkan coping stress mahasiswa pengurus Badan Pengurus Harian (BPH) LSO Tahfidz Al-Qur’an. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen single subject A-B-A pada empat subjek terpilih. Intervensi dilakukan dalam enam sesi dengan metode diskusi kelompok, refleksi, dan latihan relaksasi. Hasil pre-test menunjukkan bahwa subjek cenderung menggunakan coping maladaptif, sementara post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada strategi coping adaptif. Rata-rata skor coping meningkat dari 12,5 menjadi 20,5. Temuan ini diperkuat oleh data kualitatif berupa refleksi peserta yang menunjukkan peningkatan kesadaran diri dan komitmen terhadap self-care. Dengan demikian, sharing session terbimbing terbukti menjadi intervensi yang efektif dan relevan dalam membantu mahasiswa mengelola stres secara sehat di tengah peran ganda yang dijalani.
PERAN COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY (CBT) DALAM PENINGKATAN KESEHATAN MENTAL REMAJA: TINJAUAN SISTEMATIS PADA MENURUNAN KECEMASAN DAN PENGEMBANGAN STRATEGI KOPING ADAPTIF Nayla Fithratuzzahara; Tristiadi Ardi Ardani
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 5 No. 3 (2025): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v5i3.1596

Abstract

The adolescent phase is a transitional period that is vulnerable to various psychological challenges, one of which is anxiety. Cognitive Behavior Therapy (CBT) is recognized as one of the effective psychotherapeutic approaches to address this issue by focusing on restructuring negative thought patterns and assumptions. This study aims to systematically review empirical evidence regarding the effectiveness of CBT in reducing the level of anxiety experienced by adolescents. The method used is a Systematic Literature Review of relevant research articles published within the last seven years (2017-2024). The analysis of twelve scientific articles consistently shows that CBT intervention can significantly reduce anxiety symptoms in adolescents across various contexts. In addition to reducing anxiety, the application of CBT has also been proven to help adolescents regulate emotions and transform negative perceptions into more positive ones, which can ultimately increase self-confidence. Fase remaja merupakan periode transisi yang rentan terhadap berbagai tantangan psikologis, salah satunya adalah kecemasan. Cognitive Behavior Therapy (CBT) diakui sebagai salah satu pendekatan psikoterapi yang efektif untuk menangani masalah ini dengan berfokus pada restrukturisasi pola pikir dan asumsi negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis bukti-bukti empiris mengenai efektivitas CBT dalam menurunkan tingkat kecemasan yang dialami oleh remaja. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis (Systematic Literature Review) terhadap artikel penelitian yang relevan dan dipublikasikan dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir (2017-2024). Hasil analisis dari dua belas artikel ilmiah yang dikaji secara konsisten menunjukkan bahwa intervensi CBT secara signifikan dapat menurunkan gejala kecemasan pada remaja dalam berbagai konteks. Selain mereduksi kecemasan, penerapan CBT juga terbukti membantu remaja dalam meregulasi emosi dan mengubah persepsi negatif menjadi lebih positif, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kepercayaan diri.
STRATEGI PENGUATAN COPING STRESS MAHASISWA DALAM MENGHADAPI TEKANAN AKADEMIK DAN ORGANISASI: STUDI PADA BPH LSO TAHFIDZ AL-QUR’AN Annisa Aqilah Haya; Nayla Fithratuzzahara
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 5 No. 3 (2025): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v5i3.1597

Abstract

Students who are actively involved in campus organizations often face dual pressures from academic demands and organizational responsibilities, which may trigger stress if not managed with adaptive coping skills. This study aims to evaluate the effectiveness of guided sharing sessions in enhancing stress coping abilities among student board members of LSO Tahfidz Al-Qur’an. Using a quantitative approach with a single-subject A-B-A experimental design, four selected participants took part in six intervention sessions involving group discussions, written reflections, and relaxation exercises. Pre-test results indicated a tendency toward maladaptive coping strategies, whereas post-test scores showed a significant increase in the use of adaptive coping mechanisms. The average coping score improved from 12.5 to 20.5. Qualitative data from participant reflections further supported these findings, revealing increased self-awareness and a stronger commitment to self-care. Thus, guided sharing sessions proved to be an effective and contextually relevant intervention to help students manage stress in the face of dual academic and organizational roles. Mahasiswa yang aktif dalam organisasi kerap menghadapi tekanan ganda dari tanggung jawab akademik dan kegiatan organisasi, yang dapat memicu stres jika tidak diimbangi dengan keterampilan coping yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sharing session terbimbing dalam meningkatkan coping stress mahasiswa pengurus Badan Pengurus Harian (BPH) LSO Tahfidz Al-Qur’an. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen single subject A-B-A pada empat subjek terpilih. Intervensi dilakukan dalam enam sesi dengan metode diskusi kelompok, refleksi, dan latihan relaksasi. Hasil pre-test menunjukkan bahwa subjek cenderung menggunakan coping maladaptif, sementara post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada strategi coping adaptif. Rata-rata skor coping meningkat dari 12,5 menjadi 20,5. Temuan ini diperkuat oleh data kualitatif berupa refleksi peserta yang menunjukkan peningkatan kesadaran diri dan komitmen terhadap self-care. Dengan demikian, sharing session terbimbing terbukti menjadi intervensi yang efektif dan relevan dalam membantu mahasiswa mengelola stres secara sehat di tengah peran ganda yang dijalani.