Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) DI PABRIK XYZ Yasin Ageng Prasetya; Ayudyah Eka Apsari
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i1.8527

Abstract

The Factory XYZ is a Micro, Small and Medium Enterprise (MSME) that produces round tofu crackers. MSMEs do not yet have a structured inventory management method for procuring raw materials. The problem that arises is that in January and February there is an excess of raw materials, but in March there is a shortage. Therefore, the purpose of this study is to propose raw material inventory control measures that can be used to avoid shortages or surpluses at minimal cost. This study uses the Economic Order Quantity (EOQ) method. Based on data processing using the EOQ method, the optimal order quantity is 13,516 kg with an order frequency of 16 times per year, a safety stock of 1,515.756 kg, a reorder point of 2,233.096 kg, and total inventory costs of Rp 1,019,072. Therefore, a proposal for controlling the raw material inventory of soybeans at Factory XYZ was obtained by applying the EOQ method, as it could save Rp 3,328,000 or 86.67% in ordering costs.
Perancangan Desain Kemasan Produk Tahu Di Pabrik Tahu Kuring Yogyakarta Dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment Muhammad Afif Rizqullah; Michael Arya Jostin; Muhammad Maulana; Yasin Ageng Prasetya; Reyhan Ardy Kurniyanto; Widya Setiafindari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5383

Abstract

Pabrik Tahu Kuring Yogyakarta merupakan industri kecil menengah yang memproduksi tahu, namun saat ini masih menghadapi kendala pada aspek pengemasan. Kemasan existing hanya menggunakan kantong plastik polos tanpa label yang rentan bocor, tidak higienis, dan kurang menarik secara visual, dengan tingkat kerusakan mencapai 10%. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang desain kemasan yang memenuhi aspek fungsional, estetika, dan keamanan pangan sesuai kebutuhan konsumen. Metode yang digunakan adalah Quality Function Deployment (QFD) untuk menerjemahkan suara konsumen (Voice of Customer) menjadi spesifikasi teknis melalui matriks House of Quality (HoQ). Berdasarkan hasil identifikasi, ditemukan 11 atribut kebutuhan konsumen, dengan prioritas tertinggi adalah pencantuman label resmi (Halal/BPOM) dan transparansi kemasan yang memiliki derajat kepentingan 83%. Hasil perancangan menghasilkan kemasan baru berupa wadah thinwall berbahan Polypropylene (PP) tipe food container yang tahan panas dan kedap udara, dilengkapi stiker label informatif untuk varian Tahu Sutra dan Tahu Kuning dalam ukuran isi 8 dan 10 pcs. Analisis biaya menunjukkan kenaikan biaya kemasan dari Rp50,00 per pcs (kemasan lama) menjadi Rp1.107,00 (isi 8) dan Rp1.537,00 (isi 10). Meskipun terdapat kenaikan biaya, kemasan baru memberikan perlindungan produk yang lebih baik, higienitas terjamin, dan identitas merek yang kuat untuk meningkatkan daya saing produk di pasar.