Rahman, Nurmala
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Krim Ekstrak Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar dan Pertumbuhan Staphylococcus aureus Adnan, .Jumasni; Rahman, Nurmala; Selviana, Selviana; Juanti, Putri; Syarif, Hardiyanti
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.855

Abstract

Senyawa aktif dalam daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.), seperti flavonoid, tanin, dan antosianin berpotensi mempercepat proses penyembuhan luka dan berfungsi  sebagai antibakteri. Dalam bentuk sediaan krim topikal, ekstrak ubi jalar ungu (I. batatas L.) efektif menyembuhkan luka bakar serta menghambat bakteri seperti Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas krim ekstrak ubi jalar ungu (I. batatas L.) terhadap penyembuhan luka bakar dan pertumbuhan bakteri S. aureus. Krim dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak sebesar 3%, 5%, dan 8%. Uji efektivitas terhadap penyembuhan luka bakar pada punggung kelinci dibuat menggunakan lempeng koin logam dengan diameter 2,7 cm dan dipanaskan dengan lilin selama ± 5 menit dan pengujian efektivitas pertumbuhan bakteri S. aureus dengan metode difusi agar. Rata rata diameter penyembuhan luka pada  Kontrol negatif (2,74 cm + 0,02708), formula 1 (2,70 cm + 0,04320), formula 2 (2,70 cm + 0.05099 cm) dan formula 3 (2,69 cm + 0,05477) dan kontrol positif (2,59 cm + 0,16062), adapun hasil dari uji efektivitas terhadap pertumbuhan S. aureus dengan rata-rata diameter zona hambat  yaitu Kontrol negatif (3,9 + 3,37787) F1 (9,16  mm + 2,36714), F2 (9,6 mm + 3,03150, F3 (9,77 mm + 2,88675) , dan kontrol positif  (11,7 mm + 1,83576 ). Hasil uji menunjukkan bahwa krim ekstrak daun ubi jalar ungu secara statistik tidak berbeda signifikan (p > 0,05) dengan kontrol positif dan negatif, namun secara farmakologis mampu memperkecil diameter luka bakar. Sementara itu, uji antibakteri terhadap S. aureus menunjukkan aktivitas yang berbeda signifikan (p < 0,05) dibandingkan kontrol negatif.