Senyawa aktif dalam daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.), seperti flavonoid, tanin, dan antosianin berpotensi mempercepat proses penyembuhan luka dan berfungsi sebagai antibakteri. Dalam bentuk sediaan krim topikal, ekstrak ubi jalar ungu (I. batatas L.) efektif menyembuhkan luka bakar serta menghambat bakteri seperti Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas krim ekstrak ubi jalar ungu (I. batatas L.) terhadap penyembuhan luka bakar dan pertumbuhan bakteri S. aureus. Krim dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak sebesar 3%, 5%, dan 8%. Uji efektivitas terhadap penyembuhan luka bakar pada punggung kelinci dibuat menggunakan lempeng koin logam dengan diameter 2,7 cm dan dipanaskan dengan lilin selama ± 5 menit dan pengujian efektivitas pertumbuhan bakteri S. aureus dengan metode difusi agar. Rata rata diameter penyembuhan luka pada Kontrol negatif (2,74 cm + 0,02708), formula 1 (2,70 cm + 0,04320), formula 2 (2,70 cm + 0.05099 cm) dan formula 3 (2,69 cm + 0,05477) dan kontrol positif (2,59 cm + 0,16062), adapun hasil dari uji efektivitas terhadap pertumbuhan S. aureus dengan rata-rata diameter zona hambat yaitu Kontrol negatif (3,9 + 3,37787) F1 (9,16 mm + 2,36714), F2 (9,6 mm + 3,03150, F3 (9,77 mm + 2,88675) , dan kontrol positif (11,7 mm + 1,83576 ). Hasil uji menunjukkan bahwa krim ekstrak daun ubi jalar ungu secara statistik tidak berbeda signifikan (p > 0,05) dengan kontrol positif dan negatif, namun secara farmakologis mampu memperkecil diameter luka bakar. Sementara itu, uji antibakteri terhadap S. aureus menunjukkan aktivitas yang berbeda signifikan (p < 0,05) dibandingkan kontrol negatif.