Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SOSIALISASI KANDUNGAN MIKRONUTRIEN LABEL GIZI DI PRODUK KEMASAN PADA PEGAWAI DINAS UMKM DAN KOPERASI KABUPATEN MAROS Pongtambing, Yulita Sirinti; Sampetoding, Eliyah A. M.; Irmayanti, Irmayanti; Juanti, Putri; Ristiana, Evi
Paramacitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 02 (2025): Volume 02 Nomor 02 (Mei 2025)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) yang kini menjadi tren global kini telah menjangkit banyak manusia di semua kalangan umur tanpa terkecuali. Hal ini disebabkan karna adanya pola makan tidak sehat terkhusus pada makanan kemasan. Kemampuan dan literasi gizi yang tidak adekuat membuat masyarakat kesulitan membedakan mana makanan yang mengandung gula, garam, dan lemak yang tinggi dan intensitas konsumsinya. Sosialisasi kandungan label gizi pada makanan kemasan dilakukan di pegawai Dinas UMKM dan Koperasi Kabupaten Maros. Kegiatan sosialisasi dilakukan bertempat di Kantor Bupati Maros, dengan tahapan kegiatan yang dilakukan mulai dari persiapan, persiapan instrumen (NVS) dan produk makanan kemasan, sosialisasi label gizi, dan evaluasi. Awalnya peserta kurang memahami dalam membaca label gizi dan takaran saji. Setelah dilakukan sosialisasi, peserta memahami cara membaca label gizi dan takaran saji secara tepat. Kegiatan ini diharapkan dapat menunjang kemampuan pegawai Dinas UMKM dan pelaku UMKM dalam memproduksi makanan dengan takaran saji dan kandungan gizi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari. Kata Kunci: Label Gizi, Pengabdian Masyarakat, Pegawai Dinas, UMKM, Literasi Gizi ABTRACT Non-communicable diseases (NCDS), which are now a global trend, have infected many people of all ages without exception. They are due to unhealthy diets and exceptionally packaged foods. Inadequate nutrition skills and literacy make it difficult for people to distinguish which foods contain high sugar, salt and fat and the intensity of their consumption. Education on the content of nutrition labels on packaged foods was carried out among the employees of the UMKM and the Cooperative Office of Maros Regency. The Maros Regent's Office activities started with preparing instruments (NVS) and packaged food products, socialising nutrition labels, and evaluating. Initially, participants did not understand how to read nutrition labels and serving sizes. After the socialisation, participants understood how to read nutrition labels and serving sizes appropriately. This activity is expected to support the ability of UMKM Service employees and UMKM actors to produce food with serving sizes and nutritional content that follow the community's daily needs.. Keywords: Nutrition Label, Community Service, Civil Servant, MSME, Nutrition Literacy
Persepsi Dinas Koperindag Kabupaten Maros terhadap Model FOPNLs Digital pada Produk UMKM Sampetoding, Eliyah Acantha Manapa; Pongtambing, Yulita Sirinti; Irmayanti, Irmayanti; Juanti, Putri
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Label Nilai Gizi pada Bagian Depan Kemasan (Front-of-Pack Nutrition Labeling/FOPNLs) telah dikembangkan sejak tahun 1989 sebagai bagian dari strategi global dalam menekan angka penyakit tidak menular. Mekanisme ini bertujuan mempermudah konsumen dalam memahami informasi gizi, sehingga dapat mendorong masyarakat memilih produk pangan yang lebih sehat. Seiring perkembangan teknologi, penerapan FOPNLs dapat diintegrasikan dengan pendekatan digital, guna mendukung daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Kabupaten Maros sebagai salah satu wilayah dengan pertumbuhan UMKM yang cukup pesat, dipilih sebagai lokasi penelitian guna melihat kesiapan penerapan model FOPNL berbasis digital. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi stakeholder pada Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Maros terhadap model FOPNL digital pada produk UMKM. Metode: Metode penelitian menggunakan Focus Group Discussion (FGD), Consultative Meeting, serta kuesioner singkat yang disebarkan kepada staf ahli Dinas Koperindag sebagai narasumber utama. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum partisipan mendukung penerapan model FOPNL berbasis digital pada UMKM. Namun demikian, mereka menekankan perlunya tahapan sosialisasi yang masif kepada UMKM dan masyarakat, terutama terkait pemahaman membaca label gizi. Hal ini dipandang penting agar saat model digital diterapkan, masyarakat tidak mengalami hambatan dalam membaca nilai angka kecukupan gizi. Kesimpulan: Implementasi FOPNL digital pada produk UMKM di Kabupaten Maros memiliki potensi besar dan penerapannya dapat diterima secara efektif dan mendukung peningkatan literasi gizi pada masyarakat.  
Efektivitas Krim Ekstrak Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar dan Pertumbuhan Staphylococcus aureus Adnan, .Jumasni; Rahman, Nurmala; Selviana, Selviana; Juanti, Putri; Syarif, Hardiyanti
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.855

Abstract

Senyawa aktif dalam daun ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.), seperti flavonoid, tanin, dan antosianin berpotensi mempercepat proses penyembuhan luka dan berfungsi  sebagai antibakteri. Dalam bentuk sediaan krim topikal, ekstrak ubi jalar ungu (I. batatas L.) efektif menyembuhkan luka bakar serta menghambat bakteri seperti Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas krim ekstrak ubi jalar ungu (I. batatas L.) terhadap penyembuhan luka bakar dan pertumbuhan bakteri S. aureus. Krim dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak sebesar 3%, 5%, dan 8%. Uji efektivitas terhadap penyembuhan luka bakar pada punggung kelinci dibuat menggunakan lempeng koin logam dengan diameter 2,7 cm dan dipanaskan dengan lilin selama ± 5 menit dan pengujian efektivitas pertumbuhan bakteri S. aureus dengan metode difusi agar. Rata rata diameter penyembuhan luka pada  Kontrol negatif (2,74 cm + 0,02708), formula 1 (2,70 cm + 0,04320), formula 2 (2,70 cm + 0.05099 cm) dan formula 3 (2,69 cm + 0,05477) dan kontrol positif (2,59 cm + 0,16062), adapun hasil dari uji efektivitas terhadap pertumbuhan S. aureus dengan rata-rata diameter zona hambat  yaitu Kontrol negatif (3,9 + 3,37787) F1 (9,16  mm + 2,36714), F2 (9,6 mm + 3,03150, F3 (9,77 mm + 2,88675) , dan kontrol positif  (11,7 mm + 1,83576 ). Hasil uji menunjukkan bahwa krim ekstrak daun ubi jalar ungu secara statistik tidak berbeda signifikan (p > 0,05) dengan kontrol positif dan negatif, namun secara farmakologis mampu memperkecil diameter luka bakar. Sementara itu, uji antibakteri terhadap S. aureus menunjukkan aktivitas yang berbeda signifikan (p < 0,05) dibandingkan kontrol negatif.