Siregar, Winda Irsyidah Kholish
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTEGRASI NILAI ANTIKORUPSI DALAM PEMBELAJARAN FIKIH JINAYAH: ANALISIS MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS LITERATUR Siregar, Winda Irsyidah Kholish; Khadijah; Widya Sari
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2025): September-Desember
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v5i2.826

Abstract

Korupsi merupakan bentuk kejahatan yang bertentangan dengan prinsip keadilan dan amanah dalam hukum pidana Islam. Pembelajaran fikih jinayah memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai antikorupsi, namun kajian sebelumnya umumnya belum mengaitkan konsep hukum Islam dengan desain pembelajaran yang efektif secara pedagogis. Penelitian ini bertujuan menganalisis model pembelajaran yang relevan untuk mengintegrasikan nilai antikorupsi dalam pembelajaran fikih jinayah. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan teknik analisis isi tematik terhadap literatur fikih jinayah, pendidikan Islam, dan pembelajaran berbasis masalah yang terbit pada periode 2015–2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa Problem Based Learning (PBL) merupakan model pembelajaran paling relevan untuk mengajarkan konsep korupsi dalam fikih jinayah karena mampu mengembangkan pemahaman hukum, berpikir kritis, dan internalisasi nilai moral secara simultan. Media visual dan evaluasi holistik (kognitif, afektif, dan psikomotorik) berperan sebagai unsur pendukung efektivitas pembelajaran. Penelitian ini berimplikasi pada perlunya penguatan kompetensi pedagogis guru fikih dalam merancang pembelajaran berbasis kasus hukum yang kontekstual dan berorientasi pada pembentukan karakter antikorupsi.
PRINSIP METODOLOGIS DALAM ILMU DAN KEISLAMAN : BAYANI, BURHANI, DAN IRFANI Siregar, Winda Irsyidah Kholish; Muhammad Zalnur
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 5 No 2 (2025): September-Desember
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v5i2.833

Abstract

This article explores the methodological foundations within Islamic scholarship through the bayani, burhani, and irfani approaches, which serve as three essential epistemological models for interpreting and advancing Islamic knowledge, aiming to clarify their distinct characteristics and evaluate their significance in contemporary academic contexts. The study adopts a library research method by reviewing and analyzing a wide range of classical and modern literature concerning Islamic epistemology. The results indicate that the bayani approach centers on textual authority and linguistic principles, the burhani approach emphasizes logical reasoning and rational justification, while the irfani approach highlights spiritual insight and inner experience; each model possesses its own strengths and limitations when applied independently but contributes to a more comprehensive understanding when used complementarily. The study concludes that these methodological principles enrich the intellectual heritage of Islamic sciences and offer a more coherent epistemological groundwork for developing integrative, contextually relevant, and responsive knowledge suited to present-day challenges.