Background: The prevalence of diarrhea at the Gedong Air Community Health Center (Puskesmas) was recorded at over 400 cases reported between 2023 and 2025. This high number of cases indicates the still low quality of sanitation and access to clean water in the area. Purpose: To determine the relationship between socioeconomic status and refillable water consumption habits with the potential for diarrhea. Method: This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The population in this study was residents residing in the Gedong Air Community Health Center's work area, with 200 respondents selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Chi-Square test. Results: The analysis showed a significant relationship between socioeconomic status and the potential for diarrhea (p = 0.004 < 0.05). However, there was no significant relationship between refillable water consumption habits and diarrhea (p = 0.363 > 0.05). Conclusion: These findings indicate that socioeconomic factors remain a significant determinant of the incidence of environmentally-based diseases such as diarrhea and require attention in prevention and public health promotion efforts. Keywords: Diarrhea; Refill Water; Socioeconomic Status. Pendahuluan: Prevalensi kejadian diare di Puskesmas Gedong Air tercatat lebih dari 400 kasus yang dilaporkan sejak tahun 2023-2025. Tingginya jumlah kasus tersebut menunjukkan masih rendahnya kualitas sanitasi dan akses terhadap air bersih yang layak di wilayah tersebut. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara status sosial ekonomi dan kebiasaan konsumsi air isi ulang dengan potensi kejadian diare. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Gedong Air dengan jumlah responden sebanyak 200 orang yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status sosial ekonomi dengan potensi kejadian diare (p = 0.004 < 0.05). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi air isi ulang dengan kejadian diare (p = 0.363 > 0.05). Simpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi masih menjadi determinan penting dalam kejadian penyakit berbasis lingkungan seperti diare dan perlu menjadi perhatian dalam upaya pencegahan dan promosi kesehatan masyarakat. Kata Kunci: Air Isi Ulang; Diare; Status Sosial Ekonomi.