Latar Belakang: Jamur patogen seperti Aspergillus sp. dan Candida albicans menyebabkan infeksi seperti aspergillosis dan kandidiasis, terutama pada individu imunokompromais. Media kultur standar PDA mahal, sehingga diperlukan alternatif lokal seperti tepung talas mbote yang kaya karbohidrat (41%), protein (15%), lemak (1,4%), mineral, dan vitamin. Talas mbote berpotensi sebagai substrat nutrisi untuk pertumbuhan jamur karena kandungan gizinya yang mendukung metabolisme karbon. Tujuan Penelitian: Penelitian bertujuan mengoptimalkan berbagai formula tepung talas mbote (4 gr, 3,5 gr, 3 gr, 2 gr, 1 gr) sebagai media alternatif pertumbuhan Aspergillus sp. dan Candida albicans dibandingkan PDA. Analisis dilakukan untuk membandingkan diameter koloni Aspergillus sp. dan jumlah koloni Candida albicans pada media tersebut. Metode Penelitian: Penelitian pre-eksperimental dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi TLM Poltekkes Kemenkes Mataram pada Desember 2024-Januari 2025 dengan 4 perlakuan formula tepung talas mbote. Inokulasi jamur diinkubasi 3x24 jam pada suhu optimal, dianalisis secara deskriptif melalui pengukuran diameter koloni Aspergillus sp. dan hitung koloni Candida albicans. Hasil Penelitian: Pada Aspergillus sp., formula 4 gr menghasilkan diameter koloni terbesar 23 mm (rata-rata 51,5 mm), melebihi PDA (rata-rata 49 mm); formula 3,5 gr 22 mm. Pada Candida albicans, formula 4 gr tumbuh 25 koloni (rata-rata 55,5), lebih tinggi dari PDA (rata-rata 42); formula 3,5 gr 24 koloni. Semua formula menunjukkan pertumbuhan optimal, didukung enzim amilase yang menguraikan karbohidrat menjadi glukosa. Kesimpulan: Tepung talas mbote Xanthosoma sagittifolium efektif sebagai media alternatif optimal untuk pertumbuhan Aspergillus sp. dan Candida albicans, terutama formula 4 gr dan 3,5 gr yang sebanding atau melebihi PDA. Media ini ekonomis dan nutrisi lengkap, cocok untuk laboratorium dengan keterbatasan sumber daya.