This Author published in this journals
All Journal Abdi Teknoyasa
Manunggal , Mangku Setyo
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN PRODUKTIFITAS PENGRAJIN DIFABEL BATIK SHIBORI DAN BATIK CIPRAT MELALUI INOVASI RAMAH DISABILITAS Astuti, Dyah Widi; Pratiwi , Indah; Nugrahaini , Fadhilla Tri; Manunggal , Mangku Setyo; Adi , Wahyu Purnomo
Abdi Teknoyasa Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6, Nomor 2, Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyandang disabilitas merupakan bagian dari masyarakat yang seringkali terpinggirkan, dan memerlukan perhatian khusus. Salah satu organisasi yang selama ini bergerak menaungi para penyandang disabilitas tersebut adalah PPDK (Persatuan Penyandang Disabilitas Klaten), yang menjadi mitra dalam pengabdian ini.. Salah satu fokus area pengembangan program PPDK adalah memberikan advokasi dan meningkatkan pemberdayaan bagi kaum disabilitas di wilayahnya, untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Usaha pembuatan Batik Shibori dan Batik Ciprat merupakan salah satu unit usahanya yang sangat potensial untuk dikembangkan. Sayangnya, keterbatasan keterampilan dan keterbatasan kondisi fisik saat ini menjadi kendala dalam pengembangannya. Pengabdian ini ditujukan untuk membantu menyelesaikan permasalahan mitra tersebut, diantaranya melalui inovasi alat bantu ramah disabilitas pada proses produksi, serta peningkatan kapasitas dalam pemasarannya. Program kegiatan yang diselenggarakan meliputi tahapan sosialisasi desain dan alat bantu produksi yang ergonomis, pelatihan pemanfaatan alat bantu produksi, pelatihan inovasi produk, serta pelatihan inovasi konten digital dan pemasaran. Selain itu, aspek keberlanjutan program juga menjadi prioritas dengan menginisiasi sejak awal kerjasama dengan komunitas batik yang lebih besar. Melalui program tersebut, kualitas dan kuantitas produk bisa meningkat, produk bisa dikenal lebih luas, dan pada akhirnya kemandirian kaum difabel akan tercapai.