Proyek pelebaran Jembatan Malo – Selogabus 14 di Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro dilatarbelakangi oleh meningkatnya volume lalu lintas seiring berkembangnya aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat. Jembatan ini merupakan penghubung utama antara wilayah Kecamatan Malo dengan kecamatan lainnya, serta menjadi akses penting menuju pusat kota Bojonegoro. Dengan adanya peningkatan arus kendaraan terutama kendaraan berat seperti truk pengangkut hasil pertanian atau industri lainnya sehingga tentu akan berdampak pada tingginya beban lalu lintas di jembatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja konsultan pengawas konstruksi dalam pelaksanaan proyek jembatan, dengan studi kasus Proyek Pelebaran Jembatan Malo – Selogabus 14, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif melalui survei kuesioner terhadap responden yang terlibat langsung dalam proyek, dengan analisis data menggunakan metode Relative Importance Index (RII). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja konsultan pengawas dipengaruhi oleh tujuh faktor utama, yaitu sumber daya manusia, alat, material, biaya, waktu, kualitas, serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Dari ketujuh faktor yang dianalisis, Sumber Daya Manusia dan K3 muncul sebagai faktor yang paling dominan, masing-masing dengan nilai pengaruh sebesar 0,960. Faktor SDM tercermin dari indikator kemampuan konsultan dalam melakukan survei kondisi lapangan secara tepat dan menyeluruh. Sementara itu, faktor K3 terlihat melalui indikator pemberian teguran kepada kontraktor agar tenaga kerja selalu menggunakan peralatan keselamatan saat bekerja. Selanjutnya, faktor Waktu dengan nilai 0,947 juga berperan penting dalam memastikan pekerjaan berjalan sesuai jadwal melalui indikator pengecekan tingkat pencapaian volume pekerjaan.