This Author published in this journals
All Journal ALFABETA
Harun Ahmad
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemerolehan Fonem Anak Usia 2;6 Tahun (Sebuah Kajian Psikolinguistik) Nia Deby Septiyowati; Harun Ahmad; Endang Sumarti
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 1 (2019): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v2i1.1235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemerolehan fonem dan tahapan pemerolehan bentuk bunyi suatu kata anak usia 2;6 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi naturalistik yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu saja (cross sectional). Subjek penelitian ini adalah seorang anak laki-laki berusia 2:6 tahun yang bernama Muhammad Rizqy Al Amin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia 2;6 tahun telah menguasai fonem segmental, yaitu fonem vokal yang telah dikuasai adalah [i], [ ], i], i], [e], [ ], e], ɛ], [a], a], a], [ǝ], ǝ], [o], [O], o], O], [u], [U], u], U] dan fonem konsonan yang telah dikuasai adalah plosif [p, p’, b, t, t’, d], afrikatif [c, j, k, ?, g], frikatif [s, h], lateral [l], tril [r], nasal [m, n, ñ, η], dan semivokal [w, y]. Sedangkan fonem vokal yang masih belum dikuasai adalah [ ], a], [ ] dan konsonan yang masih belum dikuasai adalah plosif [f, ], afrikatif [j’, k’, x, ɣ], frikatif [f, , z, x], dan lateral [L]. Selain fonem segmental, anak usia 2:6 tahun juga telah menguasai fonem suprasegmental, yaitu tekanan, nada, panjang, dan jeda. Anak usia 2:6 juga mengalami perubahan bentuk bunyi pada 36 kata yaitu sebanyak 2 hingga 5 kali selama pemerolehan bahasa yang teramati.
Tanggapan Mahasiswa terhadap Kualitas Pelatihan Penelitian Tindak Kelas (Kasus Pelatihan di IKIP Budi Utomo Malang) Endang Sumarti; Harun Ahmad; Yahmun
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 1 (2019): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v2i1.1237

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk mengetahui tanggapan mahasiswa peserta pelatihan terhadap kualitas pelatihan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan di IKIP Budi Utomo Malang. Untuk itu, tiga pertanyaan penelitian (question research) diajukan penelitian ini, yakni pertama, bagaimanakah tanggapan mahasiswa terhadap kompetensi pemateri? Kedua, bagaimanakah pemahaman mahasiswa terhadap materi pelatihan? Ketiga, bagaimanakah tanggapan mahasiswa terhadap kualitas pelatihan? Pengumpulan data menggunakan questioner, kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif, dan hasilnya adalah pertama, tanggapan mahasiswa peserta pelatihan terhadap kompetensi pemateri berada pada kategori Baik. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata jawaban responden berada pada kisaran di atas 70% skala interval, baik menyangkut kompetensi keterampilan, penyampaian materi, pemberian instruksi, maupun merespon peserta. Kedua, kualitas pemahaman mahasiswa peserta pelatihan terhadap materi pelatihan tergolong Cukup, karena berada pada kisaran 40% skala interval. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, walaupun kompetensi pemateri telah memenuhi standar kelayakan. Ketiga, kualitas pelaksanaan pelatihan termasuk dalam kategori Baik, karena 71% dari 100 responden menyatakan Bagus. Ini menunjukkan bahwa kinerja pelaksana pelatihan telah mencapai standar kelayakan sebuah kerja pelatihan.
Citra Tokoh Sutik dalam Novel Burung Burung Migran Karya Miranda Harlan dan Sutik AS (Kajian Perspektif Feminisme) Yuliana Fitrianita Kurnia; Harun Ahmad
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 2 (2019): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v2i2.1246

Abstract

Novel burung-burung migran diciptakan oleh Miranda Harlan dan Sutik AS mengungkapkan kekuatan perempuan dengan cara dia berurusan dengan betapa sulitnya kehidupan bisa. Karakter sutik yang digambarkan dalam novel ini cocok untuk dilihat dari sudut pandang feministik. Oleh karena itu, studi ini diambil, Selain menjelaskan struktur novel, juga untuk menjelaskan, khususnya, gambaran karakter Sutik dalam novel burung-burung migran dilihat dari sudut pandang feminis. Objek yang dipelajari dari novel ini adalah tentang struktur novel itu sendiri, yang terbagi menjadi tiga elemen; latar belakang, karakterisasi, dan Plot cerita. Namun, karakterisasi Sutik dianalisis melalui tiga aspek yang berbeda, secara fisik, psikologis, dan sosial. Studi literatur burung-burung migran ini menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan modus ideologis feministik pendekatan kritikus literatur. Menggunakan sumber bentuk tertulis, diambil dari novel "burung-burung migran" oleh Miranda Harlan dan Sutik AS. Data dikumpulkan melalui sebuah studi literatur dan dianalisis melalui beberapa langkah, yang (a) pemilihan data, (b) identifikasi dan Klasifikasi data, (c) interpretasi data, yang akhirnya berakhir dengan gambar kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur novel, "burung-burung migran", yang dianggap dari latar belakang, memiliki sembilan pengaturan tempat, delapan pengaturan waktu, dan lima pengaturan sosial. Ini memiliki sepuluh karakter, yang menonjol dalam cerita, juga memiliki 55 karakter lain. Dianggap dari plotting, ia menggunakan kembali-dan-sebagainya aliran ide, yang memiliki empat klimaks dari berbagai tahap. Namun, citra karakter Sutik dibagi menjadi tiga aspek yang berbeda, mereka adalah salah satu aspek fisik, lima aspek psikologis, dan aspek sosialnya terbagi menjadi tiga aspek dalam keluarga dan tiga orang lainnya dalam masyarakat. Saran saya adalah bahwa studi lain perlu dilakukan terhadap novel ini, dari perspektif gynocritics feministis. Selain itu, dalam rangka mencapai hasil terbaik dalam melakukan studi literatur feminis, pilihan yang tepat dari sumber data adalah suatu keharusan.