Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Acne Vulgaris melalui Edukasi di SMAN 13 Bandung Ramadhan, Muhammad Deri; Oveliya, Sulis; Zaelani, Syapta Nanda Erika; Erniansyah, Nidzar; Sabila, Salma; Anisa, Sheila Nurul; Salsabila, Salwa Nur; Ramadhani, Adelia Puteri; Hardianti, Rani; Asyifa, Talitha Nur; Wendari, Sifa Aulia
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v6i1.3517

Abstract

Acne vulgaris merupakan masalah kesehatan kulit yang prevalensinya tinggi pada kelompok remaja dan berpotensi menimbulkan dampak fisik serta psikososial. Rendahnya tingkat pengetahuan remaja mengenai faktor risiko, pencegahan, dan penanganan acne vulgaris menjadi salah satu penyebab masih tingginya praktik perawatan kulit yang tidak tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa sekolah menengah atas mengenai acne vulgaris melalui pendidikan kesehatan terstruktur. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimental dengan desain one-group pre-test post-test. Kegiatan dilaksanakan pada 25 siswa kelas XII SMAN 13 Bandung. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan kesehatan berbasis ceramah interaktif, penggunaan media audiovisual, serta demonstrasi praktik kebersihan kulit. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan tingkat pengetahuan yang bermakna setelah kegiatan edukasi, ditandai dengan peningkatan proporsi peserta pada kategori pengetahuan baik serta hilangnya kategori pengetahuan buruk dan kurang. Seluruh indikator pengetahuan mengalami peningkatan. Pendidikan kesehatan berbasis sekolah terbukti efektif sebagai strategi promotif dan preventif dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja terkait acne vulgaris.
Pengaruh Continuing Professional Development (CPD) Terhadap Pengembangan Jenjang Karir Perawat: Literature Review Metilda; Aeni, Salsabila Dea Indri Nurul; Destianti, Sinta; Oveliya, Sulis; Zaelani, Syapta Nanda Erika; Salsabilla, Titania
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/4c3bj244

Abstract

Program jenjang karir perawat di Indonesia dimulai pada tahun 2006 dan diatur oleh Permenkes Nomor 47 Tahun 2017, dengan standar yang mengikuti PPNI. Continuing Professional Development (CPD) adalah proses di mana perawat terlibat secara aktif dalam pembelajaran yang berkelanjutan. Ini juga berarti komitmen untuk mempertahankan serta meningkatkan tingkat profesionalisme dan keberhasilan dalam karier. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh CPD terhadap pengembangan jenjang karir perawat melalui pendekatan literature review, penulis menganalisis berbagai artikel ilmiah yang relevan untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai metode, strategi, dan kecenderungan yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi perawat melalui program pengembangan profesional. Hasil analisis memperlihatkan bahwa pengembangan profesional berkelanjutan mampu meningkatkan keterampilan klinis, memperkuat identitas profesional, dan memperluas peluang karir melalui pemenuhan kompetensi yang tersusun secara sistematis. Temuan tersebut juga menunjukkan bahwa keberhasilan program dipengaruhi oleh dukungan organisasi, akses terhadap pelatihan, motivasi individu, serta sistem evaluasi kompetensi. Berdasarkan interpretasi hasil tersebut, pengembangan profesional berkelanjutan memiliki posisi strategis dalam peningkatan mutu layanan dan kemajuan karir perawat. Hubungan CPD dengan jenjang karir perawat diperlukan kebijakan institusional yang terencana dengan baik agar program dapat dilaksanakan secara konsisten dan memberikan dampak optimal bagi peningkatan kualitas praktik keperawatan.