Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Serum Lipid Profile and Inflammatory Severity in Acne Vulgaris: Implications for Metabolic Health Kapantow, Marlyn Grace; Kapantow, Nova Hellen; Kairupan, Tara Sefanya; Gaghana, Sthefanie Mariska; Christopher, Paulus Mario
Althea Medical Journal Vol 12, No 4 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15850/amj.v12n4.4392

Abstract

Background: Acne vulgaris (AV) is a chronic inflammatory disorder of the pilosebaceous unit with varying degrees of severity. Increasing evidence suggests that metabolic disturbances, including dsylipidemia, may contribute to its inflammatory progression. This study aimed to investigate the association between serum lipid profiles and AV severity. Methods: A cross-sectional study was conducted among 30 patients with AV aged 25–40 years at a tertiary hospital in Manado, Indonesia. Serum triglycerides, low-density lipoprotein (LDL), high-density lipoprotein (HDL), and total cholesterol levels were measured. Association between lipid parameters and AV severity were assessed using Spearman’s rank correlation. Group differences were analyzed using one-way ANOVA or the Kruskal-Wallis test with post-hoc analysis.Results: Participants were predominantly Minahasa (66.7%) and female (60.0%). Total cholesterol and LDL levels demonstrated strong positive correlations with AV severity (r=0.696 and 0.654, respectively; p<0.001). Patients with severe AV had significantly higher total cholesterol and LDL levels compared to those with mild and moderate AV (F= 13.275; p<0.001 for total cholesterol; H= 12.496; p=0.002 for LDL). Triglycerides levels showed a weak correlation with AV severity (r= 0.375; p=0.041) but no significant intergroup difference (p= 0.112). HDL levels were not significantly associated with AV severity (p= 0.198).Conclusions: Dyslipidemia, specifically elevated total cholesterol and LDL, is strongly associated with severe AV. These findings underscore the importance of metabolic evaluation and lifestyle-based interventions as part of comprehensive management to reduce inflammation and promote long-term metabolic health.
Hubungan antara Pola Konsumsi Dairy Products dengan Derajat Keparahan Akne Vulgaris pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Juliana Suoth, Trynita Eugenia; Kairupan, Tara Sefanya; Kapantow, Marlyn Grace
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 4 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i4.3114

Abstract

Latar Belakang: Akne Vulgaris (AV) adalah gangguan peradangan kulit kronis yang umum pada unit pilosebaceous. AV menduduki peringkat ke-8 secara global dengan jumlah penderita mencapai 9,4% populasi dunia dan 87,5% di Indonesia. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam terjadinya AV adalah dairy products. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola konsumsi dairy products dengan derajat keparahan AV pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 87 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi yang menderita akne vulgaris dan dipilih menggunakan metode probability stratified random sampling. Pola konsumsi dairy products dinilai menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan derajat keparahan AV dinilai menggunakan klasifikasi Lehmann et al. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi 5% (? = 0,05). Hasil: penelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki derajat keparahan akne vulgaris ringan (63,2%), diikuti derajat sedang (29,9%) dan berat (6,9%). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa konsumsi susu full cream (? = –0,038; p = 0,727), susu low fat (? = –0,055; p = 0,612), susu skim (? = –0,108; p = 0,317), yogurt (? = 0,029; p = 0,791), keju (? = –0,174; p = 0,107), dan es krim (? = –0,028; p = 0,795) tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan derajat keparahan akne vulgaris. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi dairy products dengan derajat keparahan akne vulgaris pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi.