Kualitas sekolah dasar dalam meningkatkan kualitas sekolahnya dipengaruhi oleh bagaimana kepala sekolah merealisasikan gaya kepemimpinannya. Meskipun demikian, ternyata masih terdapat beberapa sekolah yang mengalami hambatan dalam menjaga keberlangsungan kegiatan kolaboratif seperti komunitas belajar guru (kombel), misalnya berupa keterbatasan waktu dari guru, dan dukungan kepemimpinan kepala sekolah yang minim dan kurang responsif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebijakan partisipatif kepala sekolah dan melihat bagaimana pengaruhnya terhadap keberlangsungan komunitas guru belajar (kombel) di SDN SN Sungai Miai 5 Banjarmasin. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara terstruktur, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi telaah, kemudian dianalisis lagi melalui teknik analisis tematik oleh Braun & Clarke (2019). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menjalankan praktik kepemimpinannya kepala sekolah melibatkan guru dalam berbagai kegiatan disekolah, menggunakan komunikasi yang bersifat dua arah, pengambilan keputusan juga menggunakan musyawarah dan mufakat. Terlihat dampak positif dari realisasi gaya kepemimpinan ini yaitu pada perubahan peningkatan partisipasi guru dalam berbagai kegiatan, misalnya frekuensi pelaksanaan kombel meningkat sehingga terbentuk budaya kerja yang kolaboratif. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan partisipatif kepala sekolah efektif dalam mendorong konsistensi pelaksanaan kombel dan budaya kolaboratif serta profesionalisme guru meningkat.