Ummi Khairi Putri
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Genealogi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an: Dari Tradisi Lisan Menuju Sistem Keilmuan Klasik Rifda Nur Irwani; Ummi Khairi Putri; Nurhidayah Nurhidayah; Rahmi Dewanti Palangkey
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji genealogi ilmu-ilmu Al-Qur’an dengan menelusuri transformasi epistemologis wahyu dari tradisi lisan pada masa awal Islam menuju sistem keilmuan klasik yang terstruktur dan mapan. Al-Qur’an sebagai wahyu yang diturunkan secara gradual dan lisan melahirkan pola transmisi berbasis hafalan, sanad, dan otoritas Nabi Muhammad SAW sebagai penafsir utama. Seiring wafatnya Nabi dan meluasnya wilayah Islam, dinamika sosial, linguistik, dan kultural umat mendorong perlunya kodifikasi mushaf serta institusionalisasi disiplin-disiplin pendukung guna menjaga otentisitas teks dan stabilitas makna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan genealogi untuk menelusuri perkembangan historis dan intelektual ilmu-ilmu Al-Qur’an sejak masa kenabian, periode sahabat dan tabi’in, hingga terbentuknya sistem ulum al-Qur’an klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ilmu-ilmu Al-Qur’an tidak lahir secara ahistoris, melainkan sebagai respons dialektis terhadap kebutuhan umat dalam memahami wahyu di tengah perubahan zaman. Kodifikasi Al-Qur’an, pergeseran metodologi tafsir dari riwayah menuju dirayah, serta kodifikasi ulum al-Qur’an merupakan tahapan penting dalam pembentukan sistem keilmuan Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa ulum al-Qur’an merupakan produk interaksi dinamis antara teks wahyu, tradisi lisan, dan perkembangan peradaban Islam, yang hingga kini tetap relevan namun menuntut pembacaan kritis dan kontekstual.
TUJUAN DAN FUNGSI FILSAFAT DALAM PENDIDIKAN ISLAM Ummi Khairi Putri; Rifda Nur Irwani; M. Ridwan Hamzah; M. Amin Umar
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam merupakan proses pembinaan manusia secara menyeluruh yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga pembentukan spiritual, moral, dan sosial. Oleh karena itu, pendidikan Islam memerlukan landasan filosofis yang kuat agar arah, tujuan, dan praktik pendidikannya tetap selaras dengan nilai-nilai ajaran Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam tujuan dan fungsi filsafat dalam pendidikan Islam serta menganalisis relevansinya dalam menghadapi tantangan pendidikan modern yang ditandai oleh sekularisasi, materialisme, dan krisis moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui analisis terhadap sumber primer dan sekunder yang meliputi karya ulama dan pemikir Islam klasik serta kontemporer dalam bidang filsafat pendidikan Islam. Teknik analisis data dilakukan dengan metode analisis isi (content analysis) menggunakan pendekatan filosofis untuk mengkaji konsep, tujuan, dan fungsi filsafat pendidikan Islam secara sistematis dan kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa filsafat pendidikan Islam memiliki tujuan utama membentuk insan kamil, yaitu manusia yang seimbang antara aspek intelektual, spiritual, moral, dan sosial, serta mampu menjalankan perannya sebagai hamba dan khalifah Allah di muka bumi. Selain itu, filsafat pendidikan Islam memiliki fungsi normatif sebagai landasan nilai, fungsi teoretis dalam perumusan konsep pendidikan, fungsi kritis dalam mengevaluasi kelemahan sistem pendidikan modern, fungsi praktis dalam memberikan solusi atas problem pendidikan umat, serta fungsi integratif dalam menyatukan ilmu agama dan ilmu umum. Artikel ini menegaskan bahwa filsafat pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menjaga identitas pendidikan Islam dan menjadi pijakan konseptual yang relevan untuk menjawab tantangan pendidikan di era globalisasi.