Permasalahan gizi masih menjadi tantangan penting dalam bidang kesehatan masyarakat, terutama terkait ketepatan penentuan status gizi individu. Metode konvensional yang menggunakan batas nilai tegas sering kali kurang mampu merepresentasikan kondisi nyata, khususnya pada individu yang berada di sekitar ambang batas kategori. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang penentuan status gizi berdasarkan berat badan dan tinggi badan menggunakan metode Fuzzy Mamdani sebagai alternatif yang lebih fleksibel. Pendekatan penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dengan menitikberatkan pada eksplorasi konsep, logika, dan mekanisme pengambilan keputusan dalam sistem fuzzy. Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap standar antropometri dan literatur ilmiah terkini, yang kemudian digunakan untuk merumuskan variabel linguistik, himpunan fuzzy, dan basis aturan. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode Fuzzy Mamdani mampu mengakomodasi ketidakpastian data antropometri melalui proses fuzzifikasi, inferensi berbasis aturan, dan defuzzifikasi, sehingga menghasilkan klasifikasi status gizi yang lebih adaptif dan mudah diinterpretasikan. Sistem ini tidak hanya memberikan satu keputusan kaku, tetapi merepresentasikan spektrum kondisi gizi secara lebih realistis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan penerapan logika fuzzy di bidang kesehatan serta menjadi dasar pengembangan sistem pendukung keputusan untuk penilaian status gizi yang lebih objektif dan kontekstual.