Efektivitas pelayanan di rumah sakit merupakan tujuan pelayanan kesehatan yang ingin dicapai sesuai dengan ketetapan manajemen rumah sakit. Pelayanan yang efektif menjadikan petugas rumah sakit dan pasien mendapatkan kepuasan, kecepatan, dan kemudahan. Salah satu pelayanan kesehatan di rumah sakit adalah pengelolaan infrastruktur TIK khususnya di bidang perangkat komunikasi. Pengelolaan infrastruktur TIK pada umumnya dapat mengalami perubahan atau pengembangan sesuai dengan kebutuhan dan dalam rangka peningkatan pelayanan. Saat ini, komunikasi telepon di dalam rumah sakit diperuntukkan untuk layanan telepon dari pengguna ke rumah sakit, baik melalui call center atau memanfaatkan ekstensi tertentu untuk menjangkau ke salah satu ruangan rumah sakit misalnya ke poli tertentu. Konsep komunikasi telepon tersebut menggunakan PABX, singkatan dari Private Automatic Branch Exchange berbasis sinyal analog. PABX yang dimiliki oleh rumah sakit selama ini merupakan produk yang sudah beroperasi sejak tahun 2007. Sejak tahun 2007 sampai tahun saat ini yaitu 2022 berarti sudah beroperasi selama 15 tahun yang artinya melebihi standar masa hidup sebuah perangkat elektronik secara umum yang biasanya di angka 7-10 tahun. Oleh karena itu, kami mengajukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa analisis kebutuhan pengembangan perangkat telekomunikasi berbasis Internet Protocol (IP) pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) baik dari segi requirement engineering dan requirement elicitation. IP PABX dapat menjadi solusi untuk menjawab tuntutan tersebut. IP PABX membutuhkan konektivitas internet dalam melakukan proses komunikasinya. Layanan komunikasi ini dapat memudahkan komunikasi antara dokter, perawat, karyawan, dan pasien dalam peningkatan pelayanan kesehatan. Fungsi kedua jenis mode telekomunikasi (analog dan digital) dapat dijalankan secara efisien dengan menerapkan IP PABX.