Uji stabilitas merupakan tahapan penting dalam pengembangan sediaan farmasi untuk memastikan mutu, keamanan, dan efektivitas produk selama masa simpan. Nanoemulsi menjadi salah satu bentuk sediaan cair yang banyak dikembangkan karena mampu meningkatkan kelarutan, bioavailabilitas, serta kestabilan zat aktif yang bersifat lipofilik. Kajian ini bertujuan untuk meninjau berbagai penelitian terkait pengujian dan peningkatan stabilitas sediaan nanoemulsi berbasis bahan alam dengan menyoroti pengaruh bahan aktif, jenis surfaktan dan kosurfaktan, serta kondisi penyimpanan terhadap kestabilan sistem. Metode yang digunakan adalah telaah pustaka dari berbagai penelitian terbitan sepuluh tahun terakhir yang membahas formulasi dan uji stabilitas nanoemulsi bahan alam. Data yang dianalisis mencakup parameter fisik seperti ukuran droplet, indeks polidispersitas, viskositas, pH, dan kejernihan, serta metode pengujian stabilitas seperti freeze thaw, centrifugation, dan heating cooling test. menunjukkan bahwa kombinasi surfaktan nonionik Tween 80 dengan kosurfaktan PEG 400 atau gliserin merupakan perlakuan paling efektif dalam meningkatkan kestabilan fisik dan kimia nanoemulsi berbasis bahan alam. Sistem nanoemulsi yang dibuat menggunakan metode berenergi tinggi, khususnya ultrasonikasi, menghasilkan ukuran droplet dengan indeks polidispersitas rendah kurang dari 0,5, sehingga mampu menekan terjadinya koalesensi dan flokulasi selama penyimpanan. Selain itu, penyimpanan pada suhu ruang dan penggunaan bahan aktif yang mengandung senyawa antioksidan tinggi terbukti memperlambat oksidasi lipid dan mempertahankan kestabilan nanoemulsi dalam jangka panjang.