Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERANAN TERAPI TUINA TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI SINDROM DEFISIENSI YIN DAN HIPERAKTIVITAS YANG Mie Lien, Tan; Lupita Ningrum, Anis; Aditya, Stefanus; Xaverius, Franciscus
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/vrf2vx60

Abstract

Hipertensi merupakan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi salah satu penyebab utama kematian prematur di dunia. Hipertensi ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik di atas nilai normal. Dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT), kondisi ini dikaitkan dengan istilah Gāoxuěyā serta manifestasi klinis seperti pusing (Xuànyūn), sakit kepala (Tóutòng), dan Gānfēng (angin hati), khususnya pada sindrom defisiensi yin dengan hiperaktivitas yang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi tuina terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan sindrom defisiensi yin hiperaktivitas yang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one group pre-post test. Sampel terdiri dari 20 responden berusia 30–40 tahun yang dipilih secara purposive dan menjalani terapi tuina setiap hari selama enam hari pada periode Maret–Juni 2025 di Yayasan Akupunktur Sumber Sehat, Kota Bandung, Jawa Barat. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan setelah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tekanan darah sebelum intervensi sebesar 135,15 mmHg (sistolik) dan 85,55 mmHg (diastolik), sedangkan setelah intervensi menurun menjadi 120,75 mmHg (sistolik) dan 79,45 mmHg (diastolik). Uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05), yang menandakan adanya perbedaan bermakna antara tekanan darah sebelum dan sesudah terapi. Penurunan rata-rata tekanan darah tercatat sebesar 14,40 mmHg (10,65%) untuk sistolik dan 6,10 mmHg (7,13%) untuk diastolik. Disimpulkan bahwa terapi tuina berpengaruh signifikan dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan sindrom defisiensi yin hiperaktivitas yang.