Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH PIJAT JARIPUNKTUR DALAM MEMPERCEPAT ONSET LAKTOGENESIS II PADA IBU POST SECTIO CAESARIA DI RSUD SAMBAS Novianti, Rizka; Kurniatin, Lydia Febri; Xaverius, Franciscus
Jurnal Kebidanan Khatulistiwa Vol 10, No 1 (2024): Jurnal Kebidanan Khatulistiwa
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jkk.v10i1.1226

Abstract

Latar belakang: Pada ibu bersalin dengan tindakan Sectio Caesaria (SC) di dapat masalah yang berbeda dari persalinan pervaginam. Persalinan dengan SC merupakan faktor risiko terjadinya onset laktasi terlambat Delayed Lactation Onset /delayed onset of laktogenesis II (DLO/DOLII) dan sangat terkait dengan praktik menyusui yang buruk. Pijat jaripunktur merupakan pemijatan pada titik-titik akupresur yang digunakan untuk meningkatkan produksi Air Susu Ibu (ASI) di tambah dengan pemijatan pada 1 titik pada jari.Tujuan Penelitian; Untuk mengetahui pengaruh pijat jaripunktur terhadap onset laktogenesis II pada Ibu post SCMetode Penelitian: Desain penelitian Quasy eksperiment dengan rancangan post test only non equivalent control grup design. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 36 ibu nifas post SC di RSUD SambasHasil Penelitian: Uji normalitas menggunakan uji Shapiro-Wilk didapatkan hasil bahwa data berdistribusi normal hal ini dilihat pada signifikansi level pada kedua kelompok p-value lebih dari taraf signifikansi yang ditetapkan yaitu (p-value>0.05). Analisis dilanjutkan dengan analisis parametrik. uji T tidak berpasangan. Dari penghitungan statistik membandingkan mean dan standar deviasi pengujian posttest pada kedua kelompok didapat nilai p-value 0,000 yang berarti nilai tersebut lebih kecil dari nilai signifikasi yaitu 0,05 (p-value < 0.05). Simpulan: Ada pengaruh pijat jaripunktur terhadap onset laktogenesis II pada ibu post SC dengan taraf signifikan (P value 0,05 < 0.000)
The Effect of the Tianma Gouteng Yin Formula Therapy on Patients with Vertigo of Liver Hyperactivity Syndrome Heriyanto, Heriyanto; Kang, Hari Iskandar; Aditya, Stefanus; Xaverius, Franciscus; Anwar, La Ode Muhamad
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on WHO data in 2019, vertigo was experienced by 7.4% of the global population aged 18–79 years. In Indonesia, Basic Health Research (2023) reported a very high prevalence of vertigo, making it the third most common complaint in hospitals, with a prevalence rate of 50% in the 40–50-year age group. A preliminary survey at the Divine Nature Health Center in 2024 confirmed the high number of vertigo cases, with an average of 500 patients every three months, of which liver yang hyperactivity syndrome was the most frequent (300 patients per three months). This research aims to determine the effect of the Tianma Gouteng Yin formula therapy on vertigo patients with liver yang hyperactivity syndrome. The study employed a quantitative method using a pre-experimental one-group pre–post test design. Fifty research subjects were selected through purposive sampling between March and June 2025. Subjects aged 40–50 years received Tianma Gouteng Yin therapy twice daily at 2 grams for one week. Measurements were conducted using the VSS-SF questionnaire before and after therapy. Results showed that the average VSS-SF score decreased from 10.6 (pretest) to 2.96 (posttest). Statistical analysis indicated an asymp. sig. value of 0.000 (p < 0.05) and an effect size (r = -0.869), demonstrating that Tianma Gouteng Yin formula therapy has a significant and strong effect in reducing VSS-SF scores in vertigo patients with liver yang hyperactivity syndrome.
Pengaruh Konsumsi Ziziphus Jujuba Terhadap Kelelahan Akut Pada Remaja Dengan Sindrom Defesiensi Qi di Ponpes Mitsaqul Ummah Supangkat, Embang; Nando, Aryaprana; Khuril R, Muslihatin; Anwar, Laode Muhamad; Xaverius, Franciscus
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan akut pada remaja merupakan permasalahan yang kian meningkat, terutama pada lingkungan berasrama seperti pondok pesantren yang memiliki aktivitas padat. Dalam perspektif Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT), kondisi ini banyak dikaitkan dengan sindrom defisiensi Qi, yakni ketidakseimbangan energi vital tubuh. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh konsumsi Ziziphus jujuba (Angco) terhadap kelelahan akut pada remaja dengan sindrom defisiensi Qi di Pondok Pesantren Mitsaqul Ummah, Cianjur, serta menganalisis perubahan tingkat kelelahan dan efektivitasnya dalam konteks kehidupan pesantren.. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental tipe one group pre-post test. Subjek penelitian berjumlah 20 remaja yang memenuhi kriteria sindrom defisiensi Qi. Intervensi berupa konsumsi Angco dalam bentuk seduhan sebanyak tiga kali sehari sebelum makan selama enam hari berturut-turut. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner skala konstitusi tubuh TCM. Teknik analisis data meliputi uji statistik deskriptif, uji normalitas (Shapiro-Wilk), uji homogenitas (Levene), serta uji hipotesis menggunakan paired sample t-test dan Wilcoxon Signed Rank Test untuk membandingkan tingkat kelelahan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan yang signifikan pada tingkat kelelahan setelah intervensi konsumsi Angco. Berdasarkan uji paired t-test, terdapat perbedaan yang bermakna antara skor pre-test dan post-test (p < 0.05), yang didukung pula oleh hasil uji Wilcoxon. Temuan ini menyimpulkan bahwa konsumsi  Ziziphus jujuba  efektif dalam mengurangi kelelahan akut pada remaja dengan sindrom defisiensi Qi. Oleh karena itu, Angco dapat dijadikan sebagai alternatif terapi herbal berbasis bukti yang aman, alami, dan sesuai dengan pendekatan PTT dalam konteks pendidikan berasrama.
The Effect of Acupuncture Therapy on Reducing Blood Pressure in Patients with Hypertension of Liver Hyperactivity Syndrome Irawan, Teddy; Ningrum, Anis Lupita; Aditya, Stefanus; Xaverius, Franciscus
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is one of the leading causes of death worldwide, accounting for approximately 7.5 million deaths annually. In Indonesia, the prevalence of hypertension has shown an increasing trend over the years. According to the 2018 Basic Health Research (Riskesdas), 34.1% of the Indonesian population suffers from hypertension. Hypertension is a pathophysiological condition characterized by elevated blood pressure above the normal limit of 120/80 mmHg. Acupuncture therapy has been shown to lower both systolic and diastolic blood pressure in patients with Liver Yang Hyperactivity Syndrome-related hypertension. This study aims to determine the effect of acupuncture therapy on blood pressure reduction in patients with hypertension due to Liver Yang Hyperactivity Syndrome. This research used a quantitative approach with a pre-experimental design, specifically a one-group pre-test and post-test design. A total of 20 participants were selected through purposive sampling at the Sumber Sehat Acupuncture Foundation, Bandung, from March to June 2025. The sample consisted of individuals aged 40–60 years who underwent four sessions of acupuncture therapy over four consecutive days. Blood pressure was measured before and after the treatment period. Statistical analysis showed a significant decrease in systolic blood pressure, from an average of 153 mmHg to 130 mmHg (p = 0.000), and in diastolic pressure, from 87 mmHg to 75 mmHg (p = 0.000), following acupuncture therapy. Traditional Chinese Medicine, particularly acupuncture, is statistically proven to significantly reduce blood pressure in patients with hypertension. Therefore, acupuncture can be considered a complementary alternative in hypertension management.
Pengaruh Terapi Akupuntur Terhadap Nyeri Epigastrium Pada Penderita Gerd Sindrom Disharmoni Hati Dan Lambung Rofiqi, Akhmad; Nando, Aryaprana; Rosyida, Muslihatin Khuril; Ningrum, Anis Lupita; Xaverius, Franciscus
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era modern ini kejadian Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau penyakit refluks asam lambung terus meningkat. Prevalensi GERD di dunia sebesar 8-33%. Prevalensi GERD di Indonesia bervariasi berada disekitaran 9,35%. Studi pada kelompok penderita dispesia yang melakukan pemeriksaan endoskopi menunjukan peningkatan prevalensi GERD 53%. GERD merupakan kondisi di mana asam lambung secara berulang naik ke esofagus, sehingga memunculkan gejala seperti rasa terbakar di dada (heartburn), regurgitasi, dan nyeri uluhati. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti stres dan pola makan. Penelitan ini bertujuan untunk mengetahui pengaruh terapi akupuntur terhadap nyeri epigastrium pada penderita GERD sindrom disharmoni hati dan lambung. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen semu. Peneliti menggunakan Desain pre-test dan post-test serta intervensi tanpa terdapat kelompok pembanding dan efektiitas perlakuan diukur dengan membandingkan hasil post-test dengan pre-test. penelitian ini dilaksanakan sejak Mei 2025 hingga Juni 2025 dengan partisipan dengan keluhan nyeri epigastrium pada penderita sindrom disharmoni hati dan lambung di klinik P, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Intervensi terapi dengan penusukan jarum akupuntur selama 6 hari berturut-turut. Rata-rata usia partisipan 33,8 tahun. Dengan status yang bekerja mayoritas sebanyak 23 orang, sedangkan yang tidak bekerja sebanyak 2 orang. Rata-rata skor skala nyeri sebelum terapi sebesar 7,96 dan rata-rata skor skala nyeri setelah terapi sebesar 2,2. Hasil uji Wilcoxon menunjukan p value 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Uji ukuran dampak dengan r sebesar -0,887 sehingga lebih mendekati -1 memeliki makna efek yang kuat. Pengaruh terapi akupuntur terhadap nyeri epigastrium pada penderita GERD sindrom disharmoni hati dan lambung menunjukan efek yang besar.
The Oxytocin Acupressure and Self-Talk in Increasing The Uterus Contraction Sihaloho, Cristinawati; Syukur, Nursari Abdul; Urnia, Ega Ersya; Sinaga, Elisa Goretti; Astuti, Dewi Rinda; Xaverius, Franciscus
Jurnal LINK Vol 20 No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i1.11228

Abstract

Komplikasi maternal yang menjadi penyebab kematian ibu disebabkan oleh perdarahan dan angka kematian ibu di Kalimantan mencapai 92 kasus pada tahun 2020. Terapi akupresur mampu meningkatkan hormon oksitosin sehingga hormon kortisol (salah satu hormon stres) yang meningkat dan pemberian selftalk digunakan untuk mengonrtol mindset ibu sehingga hormon kortisol menurun membuat uterus berkontraksi. Tujuan dalam penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh akupresur oksitosin dan selftalk dalam meningkatkan kontraksi uterus pada masa persalinan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini quasi eksperimen. Total sampel yang digunakan sebanyak 20 respondent ibu hamil trimester III yang telah diseleksi diberikan terapi akupresur dan self-talk sebanyak 2 kali sehari sebelum tidur dan bangun tidur. Terapi diberikan secara berkelanjutan hingga proses bersalin. Pada tahapan pertama, bidan berkolaborasi dengan keluarga untuk membantu ibu dalam meningkatkan hormon oksitosin menggunakan akupresur oksitosin dan selftalk, setelah itu bidan akan mengevaluasi kontraksi secara berkala pada periode bersalin. Hasil rerata kontraksi sebelum diberikan terapi rata-rata 2 kali dalam 10 menit namun setelah terapi, kontraksi meningkat dengan rata-rata kontraksi 3.25 kali dalam 10 menit. Data tersebut diolah menggunakan uji Wilcoxon dan menunjukkan hasil yang signifikan dengan p value 0.000. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terapi kombinasi akupresur oksitosin dan self-talk mampu meningkatkan kontraksi persalinan. 
Terapi Akupresur Dengan Jari Tangan Menurunkan Kecemasan Dan Keluhan Wanita Menopause Pada Kader Puskesmas Tanah Sereal Kota Bogor Agustina, Agustina; Nuraeni, Ati; Apriyanti, Yanti; Xaverius, Franciscus
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i02.5581

Abstract

Diperkirakan sepertiga dari masa hidup wanita akan berada dalam kurun usia dengan kondisi hipoestrogen yang ditandai dengan adanya siklus haid yang tidak teratur sampai dengan tidak mengalami haid atau menopause, kondisi ini akan menimbulkan berbagai macam gangguan baik secara fisik maupun psikologis yang akan memberikan dampak negatif baik jangka pendek maupun jangka panjang, (Baziad, 2020). Berdasakan hasil penelitian sebelumnya keluhan yang banyak dirasakan pada wanita menopause yaitu adanya penurunan fungsi fisik dan keluhan kecemasan. Hasil uji statistik kecemasan tinggi mempunyai peluang 5,7 kali memiliki keluhan menopause dibanding kecemasan ringan, sedang, (Agustina, 2020). Selain terapi farmakologi saat ini banyak alternatif pilihan salah satunya adalah akupresur yang merupakan terapi alami yang bertujuan meningkatkan kesehatan holistik atau menyeluruh yang dikenal dengan istilah Holistic Care. (M Ferry Wong, 2019). Tujuan penelitian ini membuktikan pengaruh terapi akupresur mandiri terhadap penurunan tingkat kecemasan dan keluhan menopause pada kader Kesehatan.  Metode penelitian menggunakan pendekatan Quasi Experimental pre - post test design   pada kelompok kasus dan kontrol dengan perlakuan pada kelompok kasus berupa terapi akupresur dengan jari tangan. Responden penelitian adalah kader Kesehatan Posbindu yang sudah menopause dengan usia 45 – 55 tahun sebanyak 62 responden menggunakan pusposive sampling. Penelitian ini telah dilakukan kader wilayah Puskesmas Tanah Sereal dan Puskesmas Merdeka Kota Bogor. Jumlah responden sebanyak 62 orang, menggunakan purposive sampling. Analisis data yang digunakan independent samples t test dan paired samples t test. Hasil penelitian didapatkan adanya penurunan tingkat kecemasan dan keluhan menopause setelah intervensi akupresur mandiri dengan jari tangan (p-value= 0,005). Rekomendasi penelitian ini diharapkan pentingnya intervensi akupresur mandiri untuk mengatasi masalah keluhan fisik dan kecemasan pada wanita menopause.
The Effect of Acupuncture Therapy and Murraya paniculata (Jiǔ Lǐ Xiāng) Infusion on Reducing Body Mass Index (BMI) in Patients with Stomach-Heat Syndrome Obesity Nurhasanah, Dedeh; Nando, Aryaprana; Khuril R, Muslihatin; Ningrum, Anis Lupita; Xaverius, Franciscus
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 11 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i11.52194

Abstract

Background: Obesity (Féi Pàng) is one of the health problems that has increased significantly in Indonesia. Based on Riskesdas 2023, the national obesity prevalence reaches 28.7% and is higher in the group of women of childbearing age. Obesity contributes to metabolic disorders, the risk of non-communicable diseases, as well as hormonal and reproductive dysfunction. In Traditional Chinese Medicine (PTT), obesity is seen as a result of imbalances in spleen and stomach function, moisture accumulation, and gastric heat syndrome (Wei Re). Proper treatment requires holistic approaches such as acupuncture and herbs. One of the herbs used is Murraya paniculata (Jiǔ lǐ xiāng), which empirically and pharmacologically has hypolipidemic and heat-decay effects. This therapy is believed to reduce Body Mass Index (BMI) effectively. Objective: This study aimed to determine the effect of acupuncture therapy and Murraya paniculata (Jiǔ lǐ xiāng) on the reduction of BMI in obese women with gastric heat syndrome. Methods: The study used a pre-experimental quantitative design with a one group pretest-posttest design. The sample consisted of 20 women aged 21–36 years who underwent therapy 6 times for 2 weeks at the Petos Sehat Clinic in Jakarta. Data were collected through BMI measurements before and after the intervention. The sampling technique uses purposive sampling. The data was analyzed using a paired t-test statistical test. Results: The average BMI before therapy showed a value of 30.19 kg/m² After the intervention, the average BMI decreased to 29.31 kg/m².
PERANAN TERAPI TUINA TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES TIPE-2 SINDROM PANAS LAMBUNG Setiadi, Eddy; Lupita Ningrum, Anis; Aditya, Stefanus; Xaverius, Franciscus
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/k4rfv779

Abstract

Penyakit Diabetes ini merupakan pintu masuk bagi penyakit- penyakit lainnya seperti stroke, penyakit jantung, infeksi kaki, kerusakan kulit atau gangrene yang dapat mengakibatkan amputasi, gagal ginjal dan bahkan disfungsi seksual sekalipun. Terapi Tuina merupakan pilihan pengobatan yang aman dan efektif untuk neuropati perifer diabetik. Terapi Tuina menunjukkan perbaikan dibandingkan pengobatan rutin, yang menunjukkan manfaat dalam meredakan gejala secara keseluruhan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi tuina terhadap perubahan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 (xiāo kĕ) sindrom panas lambung. Metode penelitian menggunakan jenis kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling sebanyak 20 subjek penelitian dari bulan maret-juni 2025 di Yayasan Akupunktur Sumber Sehat, Kota Bandung, Jawa Barat. Sampel berusia 20-30 tahun dengan terapi tuina setiap hari selama 6 hari dan dilakukan cek kadar gula darah sebelum dan setelah di lakukan terapi. Kadar gula darah berkisar antara 131–163 mg/dL sebelum dilakukan intervensi tuina. Setelah dilakukan intervensi terdapat perbedaan kadar gula antara 120-149 mg/dl. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan Paired Sample T-Test diperoleh hasil terapi akupuntur memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe-2 (xiāo kĕ) dengan sindrom panas lambung dengan nilai signifikansi sebesar 0.000. Terapi tuina memberikan pengaruh terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 (xiāo kĕ) sindrom panas lambung dengan angka penurunan kadar gula darah sebelum intervensi dengan rata-rata 145 mg/dl dan setelah intervensi rata-rata 131.30 dengan perbedaan penurunan sebesar 14.00 mg/dl (9.6%).
EFEKTIVITAS AKUPUNKTUR TERHADAP PERUBAHAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS (XIAO KE) SINDROM DEFISIENSI YIN YANG Dewi Sartika, Nike; Lupita Ningrum, Anis; Aditya, Stefanus; Xaverius, Franciscus
Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences Vol. 4 No. 1 (2025): Cakrawala Medika: Journal of Health Sciences
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Medika Suherman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59981/vnrszt88

Abstract

Diantara penyakit tidak menular (PTM), salah satunya termasuk diabetes mellitus (DM). Diabetes adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Diabetes merupakan penyakit metabolik kronik sehingga apabila terlambat dideteksi atau tidak ditangani dengan tepat, maka akan dapat mengakibatkan kerusakan serius dan mengancam jiwa. Ancamannya bisa pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf (WHO, 2025). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi akupunktur terhadap perubahan kadar gula darah pada penderita diabetes (xiāo kĕ) sindrom defisiensi yin yang. Penelitian menggunakan jenis kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling sebanyak 20 subjek penelitian dari bulan maret-juni 2025 di Yayasan Akupunktur Sumber Sehat, Kota Bandung, Jawa Barat. Sampel berusia 30-40 tahun dengan terapi Akupunktur setiap hari selama 6 hari dan dilakukan cek kadar gula darah sebelum dan setelah di lakukan terapi. Mayoritas responden merupakan perempuan (70%) dan berada pada rentang usia produktif, dengan usia terbanyak 38 tahun (20%). Kadar gula darah berkisar antara 126–140 mg/dL sebelum dilakukan intervensi akupuntur. Intervensi yang diberikan berhasil menurunkan kadar gula darah secara signifikan pada seluruh subjek, ditandai dengan penurunan kadar tertinggi menjadi 119 mg/dL dan kadar terendah mencapai 104 mg/dL. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan Paired Sample T-test diperoleh hasil terapi akupuntur memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe-2 (xiāo kĕ) dengan sindrom defisiensi yin yang dengan nilai signifikansi sebesar 0.000. Terapi Akupunktur memberikan pengaruh terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes (xiāo kĕ) sindrom defisien yin yang dengan angka penurunan kadar gula darah sebelum intervensi dengan rata-rata 134.25 mg/dl  dan setelah intervensi rata-rata 111.90 dengan perbedaan rata-rata penurunan sebesar 22.35 mg/dl.