Desa Taipa, terletak di wilayah Kecamatan Lembo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, memiliki potensi sumber daya alam berupa pandan laut (Pandanus tectorius) yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, tanaman ini mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang berkhasiat sebagai antioksidan, antidepresan, dan relaksan alami. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan warga Desa Taipa melalui edukasi dan pelatihan pemanfaatan pandan laut sebagai herbal pendukung kesehatan mental dan fisik. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi pembuatan produk herbal (teh, aromaterapi, dan serbuk herbal), serta pendampingan pascapelatihan selama dua bulan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test, post-test, observasi, dan wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 41%, peningkatan keterampilan pengolahan pandan laut menjadi produk herbal, serta terbentuknya kelompok usaha “Taipa Herbal Community” sebagai inisiatif keberlanjutan program. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental dan fisik sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Program ini menjadi model pemberdayaan yang mengintegrasikan kearifan lokal dan pendekatan ilmiah menuju kesejahteraan masyarakat pesisir yang berkelanjutan.