Gangguan lambung atau maag merupakan masalah kesehatan yang sering dialami remaja, khususnya pelajar SMA, dan kerap ditangani melalui swamedikasi tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Praktik ini berpotensi menimbulkan risiko apabila tidak didukung oleh pengetahuan yang memadai mengenai penggunaan obat yang rasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi maag pada pelajar SMA non-kesehatan serta mengkaji hubungan antara kedua variabel tersebut. Penelitian menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional bersifat deskriptif-analitik. Subjek penelitian adalah pelajar SMA Negeri non-kesehatan di Kota Kendari yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi maag. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji statistik yang sesuai untuk data ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan pada kategori cukup hingga baik dan perilaku swamedikasi yang cenderung positif, meskipun masih ditemukan proporsi perilaku yang kurang rasional. Analisis hubungan menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku swamedikasi maag, di mana peningkatan pengetahuan diikuti oleh perilaku penggunaan obat yang lebih tepat. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengetahuan merupakan faktor penting dalam membentuk perilaku swamedikasi yang aman dan rasional pada pelajar SMA non-kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukatif yang terstruktur di lingkungan sekolah untuk meningkatkan literasi obat dan mendorong praktik swamedikasi yang bertanggung jawab di kalangan remaja.
Copyrights © 2025