Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DETERMINAN PERILAKU WANITA USIA SUBUR DALAM UPAYA DETEKSI DINI IVA TEST DI PUSKESMAS MPUNDA KOTA BIMA TAHUN 2024 Mutmainni
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/rm0csf52

Abstract

Penelitian ini  untuk menganalisis determinan perilaku wanita usia subur dalam upaya deteksi dini IVA Test di Puskesmas Mpunda Kota Bima. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Bima cakupan deteksi dini kanker leher rahim di Kota Bima termasuk daerah yang memiliki cakupan rendah dalam deteksi dini kanker leher rahim dengan metode IVA. Berdasarkan analisis masalah maka rumusan masalah yang didapat yakni,  dianalisis deterninan perilaku wanita usia subur dalam  deteksi IVA test di Wilayah Kerja Puskesmas Mpunda Kota Bima Tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 240 wanita usia subur usia 30 tahun- 50 tahun, dengan sampel sebanyak 79 responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan pendidikan, pengetahuan, peran suami, peran tenaga kesehatan dan peran kader dengan perilaku WUS dalam deteksi dini IVA test nilai p value <0,05. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan motivasi dan sosial budaya dengan perilaku WUS dalam deteksi dini IVA test. Berdasarkan hasil uji regresi logistik bahwa tingkat pendidikan menjadi variabel yang dominan berhubungan dengan dengan perilaku WUS dalam melakukan IVA test di Wilayah Kerja Puskesmas Mpunda Tahun 2024. Berdasarkan hasil disimpulkan bahwa variabel yang dominan berhubungan dengan perilaku WUS dalam melakukan IVA test di Wilayah Kerja Puskesmas Mpunda Tahun 2024 adalah pendidikan. Bagi Puskesmas Mpunda disarankan untuk mewajibkan setiap WUS yang ingin ber KB untuk juga melakukan deteksi dini IVA test, dengan demikian cakupan deteksi dini akan meningkat bersamaan dengan program lainnya. Bagi tenaga kesehatan untuk lebih meningatkan edukasi kepada masyarakat terkait manfaat deteksi dini kanker leher rahim dengan IVA test. Sosialisai paling efektif melalui dokter yang memeriksa pasien, dengan demikian informasi yang didapatkan lebih akurat dan pasien dapat berkonsultasi.
Determinant Analysis of Health Promotion on Stress Incidence among Older Adults in Manggenae Village, Dompu Affan, Muhammad; Iranas, Ady; Mutmainni; Irawan, Bambang
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v5i1.5405

Abstract

The escalating global elderly population presents significant health challenges, with stress incidence being a critical concern. This study aimed to analyze the determinants of health promotion influencing stress levels among older adults in Manggenae Village, Dompu Regency, Indonesia. Employing a quantitative, cross-sectional design, data were collected from 82 elderly individuals (≥60 years) via total sampling using validated questionnaires measuring stress, health education, social support, and healthcare professional roles. Analyses included univariate, bivariate (Chi-square), and multivariate (binary logistic regression). The findings revealed that 52.4% of participants experienced severe stress. Bivariate analyses demonstrated significant associations (p<0.001) between health education, social support, and healthcare professional involvement with stress levels. Specifically, adequate health education and perceived professional support were linked to lower stress, while a lack of social support correlated with higher stress. Multivariate analysis identified the role of healthcare professionals as the most dominant factor influencing elderly stress (Wald=16.456, p<0.001), with an Exp(B) of 0.026, indicating a substantial reduction in the risk of severe stress. These results underscore the critical need for proactive health promotion, emphasizing enhanced engagement of healthcare professionals in rural Indonesian communities to mitigate stress and improve geriatric mental well-being through robust community-based interventions for sustainable elderly mental health outcomes.