Kepemimpinan, atau "leadership," merujuk pada hubungan antara seorang pemimpin dan kelompok yang dipimpinnya, yang sangat krusial untuk keberhasilan organisasi karena dapat mempengaruhi perilaku pegawai. Efektivitas kepemimpinan sangat bergantung pada kerjasama yang terjalin antara pemimpin dan karyawan. Menurut Ray Smith, kepemimpinan modern di Amerika Serikat menekankan pentingnya dialog serta komitmen moral dari para pemimpin terhadap karyawan mereka. Di Indonesia, sosok-sosok seperti Amien Rais, Gus Dur, dan Megawati memperlihatkan perbedaan antara kepemimpinan transformasional dan transaksional. Kepemimpinan transformasional, khususnya, berupaya meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja karyawan dengan memberikan teladan yang positif serta mempengaruhi hubungan di tempat kerja. Pemimpin transformasional memberi motivasi dan arahan untuk mencapai tujuan perusahaan, lahir dari keinginan untuk melakukan perubahan demi kebaikan organisasi. Ada empat dimensi penting dalam kepemimpinan transformasional: pengaruh ideal, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, dan perhatian individual. Penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan jenis ini memberikan dampak positif terhadap kualitas layanan dan kepuasan kerja di lembaga kesehatan. Di SKPD Kota Banjarmasin, kepemimpinan transformasional telah berhasil meningkatkan keterlibatan karyawan, terutama dalam konteks pandemi COVID-19. Selain itu, kepemimpinan ini menciptakan inovasi dengan menyediakan lingkungan yang mendukung kreativitas. Seorang pemimpin yang efektif dapat mengkomunikasikan visi yang inspiratif, mendorong munculnya solusi baru, dan meningkatkan daya saing organisasi kesehatan.