Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Malpraktik dalam Hukum Islam Afifah, Khairizah; Irwansyah, Irwansyah; Saptriana, Lia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12493

Abstract

Malpraktik adalah pelanggaran tindakan medis yang mencakup perilaku yang dilarang dalam merawat pasien, seperti tidak melakukan prosedur yang seharusnya, lalai dalam mendiagnosis dengan tepat, dan memberikan obat yang tidak sesuai standar. Hukum Islam menetapkan diyat sebagai sanksi bagi pelaku malpraktik, mencerminkan kepedulian Islam terhadap masalah ini. Dalam upaya mewujudkan keadilan dalam hubungan dokter-pasien, mengacu pada aturan yang disediakan dalam Islam dianggap sebagai pilihan cerdas. Islam, sebagai agama kesempurnaan, mencakup aspek kehidupan termasuk kesehatan dan isu malpraktek. Tulisan ini bertujuan untuk memahami konsep malpraktik kedokteran dari perspektif Islam, serta bagaimana tanggung jawab terhadap dokter dapat diimplementasikan.
PENGETAHUAN DAN SIKAP “SADARI” KANKER PAYUDARA PADA SISWI DI SMA-SMK YAPIM TARUNA SEI GELUGUR Susanti, Nofi; Afifah, Khairizah; Sihotang, Oryza Sativa H; Siregar, Salwa Muthi’ah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30296

Abstract

Indonesia memiliki angka kejadian kanker payudara tertinggi di antara semua jenis kanker. Memulai Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada masa remaja sangatlah penting karena merupakan pendekatan signifikan untuk identifikasi dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku SADARI pada siswi SMA-SMK YAPIM Taruna Sei Gelugur. Metodologi penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 43 siswa perempuan kelas 2 dan 3 sebagai sampel. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dianalisis dengan uji Chi Square.Temuan menunjukkan bahwa tidak ada korelasi signifikan secara statistik antara pengetahuan dan perilaku SADARI (p=0,075). Namun, terdapat korelasi signifikan secara statistik antara sikap dan perilaku SADARI (p=0,010). Usia mayoritas responden adalah 17 tahun, yaitu sebesar 48,8%. Sebanyak 60,5% peserta yang memiliki tingkat pengetahuan tinggi telah melakukan SADARI, sedangkan 74,4% peserta yang memiliki sikap positif pernah melakukan SADARI. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sikap memiliki pengaruh signifikan dalam membentuk perilaku SADARI pada remaja putri. Oleh karena itu, diperlukan inisiatif pendidikan yang secara khusus menargetkan pengembangan sikap positif terhadap praktik SADARI. Program pendidikan ini harus dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya deteksi dini kanker payudara melalui SADARI, sehingga dapat mendorong remaja putri untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan mereka. Upaya ini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian kanker payudara di Indonesia di masa mendatang.
Pengaruh Pelatihan Pengelolaan Layanan Hepatitis B Terhadap Pengetahuan Petugas Program Di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Darmayanti, Darmayanti; Fatima, Fatima; Amelia, Amelia; Wahyudi, Wahyudi; Tin Panggabean, Hikmah; Afifah, Khairizah; Hidayah, Nurul; Keza Hidayah Tanjung, Putri
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2044

Abstract

Hepatitis B masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia, dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan diperlukan untuk memperkuat layanan deteksi serta tata laksananya. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh pelatihan pengelolaan layanan Hepatitis B terhadap pengetahuan petugas program di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental One Group Pretest–Posttest dengan total 30 peserta pelatihan. Pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan dan dianalisis menggunakan Paired Sample T-Test. Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 54,00 menjadi 92,93 setelah pelatihan, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p = 0,0001). Pelatihan ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan mengenai tata laksana Hepatitis B dan memiliki implikasi penting bagi penguatan upaya eliminasi Hepatitis B di tingkat pelayanan primer.