Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Impact of Hospital Management Information Systems (HMIS) on Human Resource Efficiency and Effectiveness: A Literature Review Atifah, Nur; Sihotang, Oryza Sativa H; Dilla, Nur Indah Rahma; Afifah, Khairizah; Vinanda, Firda; Purba, Sri Hajijah
Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research Vol 5 No 1 (2025): PJPHSR
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Pancasakti, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/pjphsr.v5i1.1680

Abstract

The Hospital Management Information System (HMIS) is an information technology platform that integrates all service workflows in a hospital to obtain precise and accurate information. The use of HMIS is considered essential for improving healthcare service quality and hospital operational efficiency. This study aims to explore the impact of HMIS on the efficiency and effectiveness of human resource (HR) performance in hospitals. The research employs a literature review method, collecting data from various relevant sources such as journals, books, and online resources, primarily from the last five years (2020–2024). The implementation of HMIS in hospitals has demonstrated improvements in HR performance efficiency and effectiveness. HMIS facilitates better data management, enhances coordination among work units, and accelerates healthcare service processes. However, effective implementation heavily relies on management support, workforce readiness, and the availability of adequate technological infrastructure. Investments in HMIS not only enhance HR performance but also contribute to the overall improvement of service quality for patients.
Malpraktik dalam Hukum Islam Afifah, Khairizah; Irwansyah, Irwansyah; Saptriana, Lia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12493

Abstract

Malpraktik adalah pelanggaran tindakan medis yang mencakup perilaku yang dilarang dalam merawat pasien, seperti tidak melakukan prosedur yang seharusnya, lalai dalam mendiagnosis dengan tepat, dan memberikan obat yang tidak sesuai standar. Hukum Islam menetapkan diyat sebagai sanksi bagi pelaku malpraktik, mencerminkan kepedulian Islam terhadap masalah ini. Dalam upaya mewujudkan keadilan dalam hubungan dokter-pasien, mengacu pada aturan yang disediakan dalam Islam dianggap sebagai pilihan cerdas. Islam, sebagai agama kesempurnaan, mencakup aspek kehidupan termasuk kesehatan dan isu malpraktek. Tulisan ini bertujuan untuk memahami konsep malpraktik kedokteran dari perspektif Islam, serta bagaimana tanggung jawab terhadap dokter dapat diimplementasikan.
PENGETAHUAN DAN SIKAP “SADARI” KANKER PAYUDARA PADA SISWI DI SMA-SMK YAPIM TARUNA SEI GELUGUR Susanti, Nofi; Afifah, Khairizah; Sihotang, Oryza Sativa H; Siregar, Salwa Muthi’ah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30296

Abstract

Indonesia memiliki angka kejadian kanker payudara tertinggi di antara semua jenis kanker. Memulai Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada masa remaja sangatlah penting karena merupakan pendekatan signifikan untuk identifikasi dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku SADARI pada siswi SMA-SMK YAPIM Taruna Sei Gelugur. Metodologi penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 43 siswa perempuan kelas 2 dan 3 sebagai sampel. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dianalisis dengan uji Chi Square.Temuan menunjukkan bahwa tidak ada korelasi signifikan secara statistik antara pengetahuan dan perilaku SADARI (p=0,075). Namun, terdapat korelasi signifikan secara statistik antara sikap dan perilaku SADARI (p=0,010). Usia mayoritas responden adalah 17 tahun, yaitu sebesar 48,8%. Sebanyak 60,5% peserta yang memiliki tingkat pengetahuan tinggi telah melakukan SADARI, sedangkan 74,4% peserta yang memiliki sikap positif pernah melakukan SADARI. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sikap memiliki pengaruh signifikan dalam membentuk perilaku SADARI pada remaja putri. Oleh karena itu, diperlukan inisiatif pendidikan yang secara khusus menargetkan pengembangan sikap positif terhadap praktik SADARI. Program pendidikan ini harus dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya deteksi dini kanker payudara melalui SADARI, sehingga dapat mendorong remaja putri untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan mereka. Upaya ini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian kanker payudara di Indonesia di masa mendatang.
ANALISIS LITERATUR KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM KONTEKS ORGANISASI KESEHATAN Sihotang, Oryza Sativa H; Afifah, Khairizah; Wasiyem, Wasiyem; Marpaung, Fadlan Alhafizh; Rambe, Yuskaini Hadijah
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 12 No 4 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v12i4.1640

Abstract

Kepemimpinan, atau "leadership," merujuk pada hubungan antara seorang pemimpin dan kelompok yang dipimpinnya, yang sangat krusial untuk keberhasilan organisasi karena dapat mempengaruhi perilaku pegawai. Efektivitas kepemimpinan sangat bergantung pada kerjasama yang terjalin antara pemimpin dan karyawan. Menurut Ray Smith, kepemimpinan modern di Amerika Serikat menekankan pentingnya dialog serta komitmen moral dari para pemimpin terhadap karyawan mereka. Di Indonesia, sosok-sosok seperti Amien Rais, Gus Dur, dan Megawati memperlihatkan perbedaan antara kepemimpinan transformasional dan transaksional. Kepemimpinan transformasional, khususnya, berupaya meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja karyawan dengan memberikan teladan yang positif serta mempengaruhi hubungan di tempat kerja. Pemimpin transformasional memberi motivasi dan arahan untuk mencapai tujuan perusahaan, lahir dari keinginan untuk melakukan perubahan demi kebaikan organisasi. Ada empat dimensi penting dalam kepemimpinan transformasional: pengaruh ideal, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, dan perhatian individual. Penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan jenis ini memberikan dampak positif terhadap kualitas layanan dan kepuasan kerja di lembaga kesehatan. Di SKPD Kota Banjarmasin, kepemimpinan transformasional telah berhasil meningkatkan keterlibatan karyawan, terutama dalam konteks pandemi COVID-19. Selain itu, kepemimpinan ini menciptakan inovasi dengan menyediakan lingkungan yang mendukung kreativitas. Seorang pemimpin yang efektif dapat mengkomunikasikan visi yang inspiratif, mendorong munculnya solusi baru, dan meningkatkan daya saing organisasi kesehatan.
Pengaruh Pelatihan Pengelolaan Layanan Hepatitis B Terhadap Pengetahuan Petugas Program Di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Darmayanti, Darmayanti; Fatima, Fatima; Amelia, Amelia; Wahyudi, Wahyudi; Tin Panggabean, Hikmah; Afifah, Khairizah; Hidayah, Nurul; Keza Hidayah Tanjung, Putri
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 4 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss4.2044

Abstract

Hepatitis B masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia, dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan diperlukan untuk memperkuat layanan deteksi serta tata laksananya. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh pelatihan pengelolaan layanan Hepatitis B terhadap pengetahuan petugas program di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental One Group Pretest–Posttest dengan total 30 peserta pelatihan. Pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan dan dianalisis menggunakan Paired Sample T-Test. Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 54,00 menjadi 92,93 setelah pelatihan, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p = 0,0001). Pelatihan ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan mengenai tata laksana Hepatitis B dan memiliki implikasi penting bagi penguatan upaya eliminasi Hepatitis B di tingkat pelayanan primer.