Lembong, Herningsih
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Pertumbuhan Penjualan Struktur Aktiva Dan Risiko Bisnis Terhadap Struktur Modal Pada Perusahaan Sub Industri Platations And Crops Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia 2019 2024 Onibala, Juita; Lumapow, Lihard; Lembong, Herningsih
Manajemen dan Kewirausahaan Vol. 6 No. 2 (2025): Manajemen Kewirausahaan
Publisher : Manajemen FEB Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/mk.v6i1.12867

Abstract

Penelitian ini secara empiris menganalisis pengaruh pertumbuhan penjualan, struktur aset, dan variabel risiko bisnis terhadap struktur modal perusahaan yang beroperasi di sektor perkebunan dan pertanian selama periode 2019–2024. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder. Sampel penelitian terdiri dari perusahaan di sektor perkebunan dan pertanian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019–2024. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, menghasilkan 17 perusahaan sebagai objek penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan analisis panel, sedangkan pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak EViews versi 12 dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap struktur modal. Sementara itu, struktur aset memiliki pengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap struktur modal, dan risiko bisnis juga memiliki pengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap struktur modal. Dengan demikian, pelaku bisnis sebaiknya tetap mempertahankan strategi pendanaan konservatif terutama yang berasal dari internal sebagai sarana operasional dan perluasan bisnis.   This study empirically examines the effect of sales growth, asset structure, and business risk variables on the capital structure of companies engaged in the plantations and crops sector during the period 2019–2024. The research approach used is a quantitative method utilizing secondary data. The research sample consists of companies in the plantations and crops sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period 2019–2024. The sample selection was carried out using purposive sampling, resulting in 17 companies as research objects. Data analysis was performed using panel analysis, while data processing was carried out using EViews version 12 and Microsoft Excel software. The results show that sales growth has a positive but insignificant effect on capital structure. Meanwhile, asset structure has a negative and insignificant effect on capital structure, and business risk also has a negative but insignificant effect on capital structure. Therefore, business should maintain a conservative funding strategy, especially from internal sources, as a means for operations and business expansion.
Pengaruh Ukuran Perusahaan, Kebijakan Hutang Dan Free Cash Flow Terhadap Kebijakan Dividen Pada Perusahaan Sektor Pertambangan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2021-2024 Kewas, Ribka; Sumual, Tinneke E. M; Lembong, Herningsih
Manajemen dan Kewirausahaan Vol. 6 No. 2 (2025): Manajemen Kewirausahaan
Publisher : Manajemen FEB Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/mk.v6i2.12912

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran perusahaan, kebijakan hutang, dan free cash flow terhadap kebijakan dividen pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021-2024. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan menggunakan metode asosiatif yang bersifat kuantitatif. Sampel ditentukan melalui metode purposive sampling sehingga mendapatkan 140 dari 35 perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2024. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan teknik analisis regresi data panel dengan menggunakan bantuan software eviews 12. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kebijakan dividen. Kebijakan hutang berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap kebijakan dividen. Free Cash Flow berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kebijakan dividen. Dengan demikian, dalam penelitian ini, kebijakan dividen yang berlaku pada perusahaan sektor pertambangan tidak berdasarkan ukuran perusahaan, kebijakan hutang, maupun free cash flow. This research aims to analyze the influence of company size, debt policy, and free cash flow on dividend policy in mining sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) for the 2021-2024 period. The data used in this research is secondary data using quantitative associative methods. The sample was determined using a purposive sampling method to obtain 140 of the 35 mining sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2021-2024 period. The analytical method used in this research is using panel data regression analysis techniques using EViews 12 software. Based on the results of this research, it can be concluded that company size has a positive but not significant effect on dividend policy. Debt policy has a negative but not significant effect on dividend policy. Free Cash Flow has a positive but not significant effect on dividend policy. Thus, in this research, the dividend policy that applies to mining sector companies is not based on company size, debt policy, or free cash flow.
Pengaruh Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Manajerial dan Ukuran Perusahaan Terhadap Biaya Keagenan di Sektor Perusahaan Consumer Non-cyclicals yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2020 - 2024 Piri, Stevani; Lumapow, Lihard; Lembong, Herningsih
Manajemen dan Kewirausahaan Vol. 7 No. 1 (2026): Manajemen dan Kewirausahaan
Publisher : Manajemen FEB Unima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/mk.v7i1.13151

Abstract

Studi yang diarahkan untuk mengkaji pengaruh kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, serta ukuran perusahaan terhadap biaya keagenan pada perusahaan sektor consumer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selang tahun 2020–2024. Dengan metode kuantitatif dengan data berupa laporan keuangan dari 31 perusahaan sebagai sampel dari 63 perusahaan yang terdaftar sebagai populasi dari sektor consumer non-cyclical berdasarkan teknik purposive sampling. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan terdaftar sebagai emiten dan menerbitkan laporan keuangan lengkap sepanjang 2019-2023. Analisis data dengan regresi data panel yakni model Random Effect Model yang paling relevan dengan hasil penelitian yaitu kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial memiliki pengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap biaya keagenan, sementara ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap biaya keagenan. Temuan ini mengindikasikan bahwa struktur kepemilikan belum mampu menekan biaya keagenan secara signifikan, sedangkan ukuran perusahaan berperan penting dalam menurunkan biaya keagenan melalui besarnya skala aset serta mekanisme pengawasan yang lebih efektif. This study examines the effects of institutional ownership, managerial ownership, and company size on agency costs in non-cyclical consumer-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) between 2020 and 2024. Using a quantitative method with financial reports from 31 companies,selected purposively from a population of 63 companies registered in the non-cyclical consumer sector. The criteria used in this research are that the company is registered as an issuer and publishes complete financial reports throughout 2019-2023. Data analysis was conducted using panel data regression, namely the Random Effect Model, which was most relevant to the research results, namely that institutional ownership and managerial ownership had a negative but insignificant effect on agency costs, while company size had a negative and significant effect on agency costs. These findings indicate that ownership structure has not been able to significantly reduce agency costs, while company size plays an important role in reducing agency costs through the scale of assets and more effective oversight mechanisms.