Cahyaningrum, Nabila
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perkembangan Gangguan Sosioemosional pada Anak dalam Perspektif Teori Kecerdasan Emosional Goleman: Studi Kasus Cahyaningrum, Nabila
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 9 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v9i1.2912

Abstract

Abstrak Perkembangan sosioemosional merupakan salah satu aspek penting dalam masa anak usia dini yang berperan dalam pembentukan kemampuan adaptif dan kesehatan mental pada tahap perkembangan selanjutnya. Gangguan pada aspek ini dapat menghambat kemampuan anak dalam mengelola emosi dan menjalin interaksi sosial yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan gangguan sosioemosional pada anak ditinjau dari perspektif teori kecerdasan emosional Goleman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terhadap seorang anak usia 3 tahun dengan riwayat gangguan perkembangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi selama sesi terapi di klinik, wawancara aloanamnesa dan autoanamnesa, serta telaah dokumen perkembangan anak. Analisis data dilakukan dengan mengkaji lima domain kecerdasan emosional menurut Goleman, yaitu mengenali emosi diri ( self-awareness ), mengelola emosi ( self-regulation ), memotivasi diri ( self-motivation ), mengenali emosi orang lain ( empathy ), dan membina hubungan sosial ( social skills ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak telah memiliki kemampuan awal dalam mengenali emosi diri, namun masih mengalami hambatan yang signifikan pada aspek regulasi emosi, motivasi diri, empati, dan keterampilan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa gangguan sosioemosional pada anak bersifat multidimensi dan berkaitan erat dengan ketidakmatangan regulasi emosi.
Hogg Eco-Anxiety Scale (HEAS-13): Adaptation and Validation of the Ecological Anxiety Scale for the Indonesian Context Cahyaningrum, Nabila; Siti Jaro'ah; Rizky Putra Santosa
Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 11 No. 1 (2026): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v11i1.15444

Abstract

Studi ini berfokus pada proses adaptasi dan pengujian validitas dan reliabilitas Skala Kecemasan Ekologis Hogg (HEAS-13) agar sesuai dengan budaya dan konteks Indonesia, serta untuk menilai validitas konkurennya dengan Skala Kecemasan Perubahan Iklim (CCAS). Proses adaptasi dilakukan berdasarkan pedoman Komisi Pengujian Internasional melalui penerjemahan maju, penilaian oleh enam ahli, dan wawancara kognitif terhadap lima responden untuk memastikan kejelasan bahasa, kesetaraan konseptual, dan kesesuaian budaya. Sebanyak 847 partisipan di Indonesia berusia 17–65 tahun secara sukarela berpartisipasi dalam survei daring. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa distribusi item berada dalam batas normalitas yang dapat diterima. Empat faktor utama, yaitu Gejala Afektif, Perenungan, Gejala Perilaku, dan Kecemasan tentang Dampak Pribadi, ditemukan berdasarkan hasil EFA yang menjelaskan 58,3% dari total varians (Kaiser-Meyer-Olkin = 0,906; p < 0,001). Analisis faktor konfirmatori (CFA) menunjukkan model dengan kesesuaian yang baik (CFI = 0,982; TLI = 0,977; RMSEA = 0,042; SRMR = 0,028). Koefisien reliabilitas menunjukkan konsistensi internal yang tinggi (Cronbach's α = 0,89; McDonald's ω = 0,89). Pengujian validitas konkuren mengungkapkan bahwa HEAS berkorelasi positif dan signifikan dengan CCAS (Spearman's rho = 0,610; p < 0,001), menunjukkan hubungan konseptual yang kuat antara HEAS dan CCAS. Secara keseluruhan, versi Indonesia dari Skala Kecemasan Ekologis Hogg telah terbukti valid, reliabel, dan sesuai secara budaya untuk mengukur kecemasan ekologis pada populasi Indonesia.