Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Alat ukur pemeliharaan hubungan perkawinan untuk orang Indonesia: Pengujian properti psikometri Santosa, Rizky Putra; Kusumawardhani, Dity Ayu
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 9 No 1 (2020): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v9i1.2928

Abstract

AbstractRelationship maintenance is intended to maintain the desired relationship characteristics. It is necessary to have specificity in measuring the maintenance of the marital relationship that can be used in Indonesian culture and language because there are no studies focusing on this theme. This study aims to develop a measure of behavior to maintain marital relations based on seven dimensions of positivity, assurances, self-disclosure, relationship talks, understanding, tasks, and network. This research is a quantitative descriptive study because it aims to determine the psychometric characteristics of measuring instruments. A total of 199 subjects are heterosexual couples who are married. The preparation of this scale is carried out through the steps of concept construction, item preparation, item review as well as validity and reliability testing. Validity tests include Aiken's content validity, construct validity with confirmatory factor analysis, and criterion validity that is correlated with marital satisfaction. This research produced 34 items of marital maintenance relationship behavior scale with adequate psychometric properties in each dimension. This scale can be used to answer questions related to relationship maintenance. Future scale development is discussed in this paper.Keywords: Marriage Couples; Measurement; Relationship Maintenance AbstrakPemeliharaan hubungan ditujukan untuk mempertahankan karakteristik hubungan yang diinginkan. Penting untuk adanya kekhususan dalam mengukur pemeliharaan hubungan perkawinan yang dapat digunakan dalam budaya dan bahasa Indonesia karena penggunaan skala pemeliharaan hubungan tidak banyak dilakukan dan bahkan belum ada penelitian yang berfokus pada perilaku memelihara hubungan perkawinan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun alat ukur perilaku memelihara hubungan pernikahan berdasarkan tujuh dimensi yaitu kepositifan, jaminan, pengungkapan diri, pembicaraan hubungan, pemahaman, pembagian tugas dan berbagi jaringan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif, karena bertujuan untuk mengetahui karakteristik psikometrik alat ukur. Sebanyak 199 partisipan merupakan pasangan heteroseksual yang telah menikah. Penyusunan skala ini dilakukan melalui tahap konstruksi konsep, penulisan butir, pengkajian butir serta uji validitas dan uji reliabilitas. Uji validitas diantaranya validitas isi aiken, validitas berdasarkan konstruk menggunakan analisis faktor konfirmatori dan validitas berdasarkan kriteria yang dikorelasikan dengan kepuasan perkawinan. Penelitian ini menghasilkan 34 butir skala perilaku memelihara hubungan perkawinan dengan properti psikometris yang memadai disetiap dimensi keperilakuan. Skala ini dapat digunakan guna menjawab pertanyaan terkait pemeliharaan hubungan. Pengembangan skala lebih lanjut dibahas dalam tulisan ini.Kata kunci: Pengukuran; Pemeliharaan Hubungan; Pasangan Perkawinan 
PERANCANGAN RECTIFIER ANTENNA MIKROSTRIP ARRAY TIGA ELEMEN UNTUK PEMANEN ENERGI ELEKTROMAGNETIK PADA FREKUENSI GSM 900 MHz Rizky Putra Santosa; Rudy Yuwono; Ali Mustofa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.22 KB)

Abstract

Antena penyearah (rectifier antenna) adalah suatu antena yang dintegrasikan dengan sebuah rangkaian rectifier yang memiliki kemampuan untuk mengkonversi gelombang RF menjadi tegangan DC. Antena mikrostrip pada rectenna dapat berfungsi sebagai menangkap gelombang elektromagnetik kemudian diubah menjadi gelombang AC yang nantinya oleh rectifier akan di daur ulang lagi menjadi gelombang DC. Konsep daur ulang gelombang elektromagnetik ini dapat diaplikasikan pada frekuensi 900 MHz yang kemudian frekuensi tersebut nantinya akan diubah untuk menghasilkan gelombang DC yang dapat diukur menjadi sebuah tegangan. Untuk membuat sebuah rectenna yang mampu bekerja pada frekuensi 900 MHz, maka perlu dirancang sebuah antena mikrostrip dan rangkaian rectifier yang mampu bekerja pada frekuensi tersebut. Perancangan dimensi antena mikrostrip diperoleh melalui perhitungan dan optimasi serta dilakukan simulasi, dan perancangan komponen rangkaian rectifier diperoleh melalui simulasi rangkaian. Fabrikasi antena mikrostrip ini menggunakan bahan Phenolic White Paper – FR4 dengan konstanta dielektrik (εr) = 3,9.Kata Kunci: Rectenna, Antena, Rectifier
HUBUNGAN ANTARA SELF CONTROL DENGAN FEAR OF MISSING OUT (FOMO) PADA GENERASI Z PENGGUNA MEDIA SOSIAL TIKTOK MUFARIDA, DINDA AZIZIYAH AL; SANTOSA, RIZKY PUTRA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i2.3077

Abstract

The rise of TikTok in Indonesia can have several negative impacts on Generation Z, for example, a strong desire to continue following activities carried out by other users on TikTok social media. This causes fear, worry and anxiety when we miss out on various information and trends on TikTok, which is called the fear of missing out. The aim of this research is to determine the relationship between self-control and fear of missing out in Generation Z users of TikTok social media. The method in this research uses quantitative methods. The population is unknown with criteria, namely all TikTok social media users aged 12-24 years, therefore this research uses G*Power 3.1.9.7. to determine the number of samples to be used. The sample used in this research was 160 respondents. The results of the Pearson product moment correlation analysis show that the correlation value = -0.433 and p is 0.000. This shows that there is a negative relationship between self-control and fear of missing out. This means that the higher the self-control, the lower the fear of missing out. Likewise, the lower the self-control, the lower the fear of missing out. ABSTRAKMaraknya TikTok di Indonesia dapat menimbulkan beberapa dampak negatif bagi generasi z misal, adanya keinginan kuat untuk terus mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh pengguna lain di media sosial TikTok. Hal ini menimbulkan ketakutan, kekhawatiran, dan kecemasan ketika tertinggal berbagai informasi dan trend yang ada di TikTok yang disebut dengan fear of missing out. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara self control dengan fear of missing out pada generasi z pengguna media sosial TikTok. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi tidak diketahui dengan kriteria yaitu seluruh pengguna media sosial TikTok yang berusia 12-24 tahun, maka dari itu penelitian ini menggunakan G*Power 3.1.9.7. untuk mengetahui jumlah sampel yang akan digunakan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 160 responden. Hasil dari analisis korelasi product moment pearson diperoleh bahwa nilai korelasi = -0,433 dan p sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan terdapat hubungan yang negatif antara self control dengan fear of missing out. Artinya bahwa semakin tinggi self control semakin rendah fear of missing out. Begitupun sebaliknya semakin rendah self control maka semakin rendah pula fear of missing out.
PENGALAMAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA MAHASISWA ETNIS SUNDA YANG MERANTAU DI SURABAYA Euodia Livita; Rizky Putra Santosa
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 3 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyesuaian sosial adalah kemampuan individu untuk memahami dan menyesuaikan diri dengan kelompok sosial di lingkungan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman penyesuaian sosial mahasiswa etnis Sunda yang merantau di Surabaya. Metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi digunakan dalam penelitian ini dengan melibatkan 5 partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama yaitu awal mula, proses penyesuaian sosial, dan hasil pasca-penyesuaian sosial. Mahasiswa etnis Sunda menghadapi kendala penyesuaian sosial akibat perbedaan budaya berupa perbedaan bahasa, kebiasaan, dan karakter antara budaya Sunda dan Surabaya. Penyesuaian sosial dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut dan menghindari kesalahpahaman, serta untuk membangun hubungan baik dan diterima dalam lingkungan sosial Surabaya. Proses penyesuaian sosial yang dilakukan meliputi keterbukaan, keaktifan, dan kesediaan mengikuti kebiasaan, norma sosial, bahasa, dan budaya setempat. Faktor pendorong penyesuaian sosial adalah determinasi serta dukungan keluarga dan kerabat. Strategi penyesuaian sosial yang digunakan meliputi Problem Focused Coping (PFC) dan Emotional Focused Coping (EFC).PFC melibatkan observasi, interaksi sosial, dan mencari dukungan, sedangkan EFC mencakup mengontrol emosi dan membuka diri. Proses penyesuaian sosial memungkinkan mahasiswa Sunda mencapai kesuksesan, hidup nyaman, dan penyesuaian optimal di Surabaya, dengan perkembangan signifikan dalam aspek sosial, intelektual, moral, dan emosional.
Analisis Peran Anonimitas Terhadap Manifestasi Agresi Pada Pengguna Media Sosial Twitter Anggoro, Malvin Olaf; Santosa, Rizky Putra
PSIKOWIPA (Psikologi Wijaya Putra) Vol 5 No 2 (2024): PSIKOWIPA
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wijaya Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/psikowipa.v5i2.147

Abstract

Penelitian ini meneliti peran anonimitas dalam mempengaruhi agresi di antara pengguna Twitter. Dengan meningkatnya perilaku agresif di dunia maya, penting untuk memahami faktor-faktor yang berkontribusi. Anonimitas sering dianggap menurunkan hambatan pengguna, yang mendorong ekspresi agresi lebih sering dan intens. Menggunakan pendekatan fenomenologi dengan analisis kualitatif dan wawancara, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana anonimitas memengaruhi perilaku pengguna secara mendalam. Ini merupakan pendekatan baru dalam studi perilaku online, khususnya di Twitter, yang belum banyak diteliti. Hasil menunjukkan bahwa pengguna anonim lebih cenderung bersikap agresif, menyoroti pentingnya platform mempertimbangkan dampak anonimitas dalam kebijakan mereka. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang pengaruh anonimitas terhadap perilaku agresif di Twitter, serta menawarkan dasar untuk strategi mitigasi di berbagai platform media sosial.
Mental Health of Pre-Service Training Teacher in Indonesia: Analysis between Psychological Well-Being and Emotional Regulation with Demographic Factors Fatmawati, Hana; Purnomo, Reza Asep Adi; Rachman, Nabila; Nurwidawati, Desi; Santosa, Rizky Putra; Halida, Arfin Nurma; Henlianto, Michelle Octaviani
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v15n03.p303-312

Abstract

Background: The mental health of pre-service teachers is essential as they manage the demands of early teaching and build professional skills. Many face challenges in psychological well-being and emotional regulation, impacting their classroom effectiveness and resilience. Objective: This study examines psychological well-being and emotional regulation among Indonesian pre-service teachers and the influence of demographic factors. Method: A quantitative correlational design was used, with data gathered from 583 pre-service teachers in Indonesian. Psychological well-being and emotional regulation were measured using validated scales, and ANOVA was employed to assess differences across demographic factors. Results: Results show that many pre-service teachers have low to medium levels of psychological well-being, with significant variation in emotional regulation abilities. Demographic factors—gender, age, employment status, and teaching placement—did not significantly affect these aspects. Conclusion: The findings indicate that PWB and ER are not significantly affected by demographic factors like age, gender, employment status, or teaching placement. This suggests that challenges in these areas are widely experienced across different demographic groups, emphasizing the universal.
Pelatihan dan Pendampingan Pemetaan Gaya Belajar Peserta Didik Melalui Asesmen Diagnostik bagi Para Guru Sanggar Belajar Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Malaysia Abdul Aziz Khoiri; Ahmad Fauzi Hendratmoko; Rizky Putra Santosa; Fafi Inayatillah
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v5i4.1920

Abstract

Asesmen diagnostik merupakan syarat penting dalam melaksanakan pembelajaran berdiferiensi. Namun, semua guru di Sanggar Belajar Sungai Mulia 5 belum memahami dan menerapkanya sebelum melakukan pembelajaran. Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini bertujuan untuk peningkatan pedagogik guru di Sanggar Belajar Sungai Mulia 5. Kegiatan ini diikuti oleh 11 yang merupakan TKI yang bekerja di Malaysia. Adapun metode kegiatan pendampingan ini meliputi; presentasi, diskusi, tanya jawab, praktik. Sementara, kegiatan pelatihan dan pendampingan ini meliputi beberapa tahapan, diantaranya; (1) tahap inisiasi/persiapan, (2) tahap pelaksanaan/pendampingan, dan (3) tahap pasca-pelatihan/pendampingan. Hasil pretes dan postes peserta pelatihan dan pendampingan menunjukan adanya peningkatan pemahaman materi dari 45,6 menuju 64,5 . Selain itu, hasil feedback peserta pendampingan menunjukkan bahwa materi pelatihan sangat sesuai dengan kebutuhan peserta pendampingan dan metode yang digunakan saat pendampingan sangat efektif.
Hubungan Antara Self Efficacy Dengan Keterikatan Kerja Pada Pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten X Magdalena, Ayuni Arum; Santosa, Rizky Putra
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 3.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan keterikatan kerja pada pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten X. Penelitian ini melakukan penelitian dengan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Subjek penelitian adalah pegawai ASN yang berstatus PNS dan PPPK di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten X yang berjumlah 72 pegawai. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala self efficacy dan keterikatan kerja. Pada penelitian ini menggunakan korelasi product moment untuk analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,612 dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara self efficacy dengan keterikatan kerja. Semakin tinggi self efficacy pegawai, maka semakin tinggi juga tingkat keterikatan kerja yang dimiliki oleh pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten X.
Psychological Well-Being of Teacher Professional Education Program (TPEP) Students: A Demographic Analysis Desi Nurwidawati; Miftakhul Jannah; Rizky Putra Santosa; Arfin Nurma Halida; Ainul Fahmiya; Nabila Rachman; Kususanto Ditto Prihadi; Elok Faiqoh Maulidiyah; Fatkur Rohman Kafrawi; Faridha Nurhayati; Muhammad Reza
IJORER : International Journal of Recent Educational Research Vol. 5 No. 6 (2024): November
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46245/ijorer.v5i6.669

Abstract

Objective: This research aims to analyze the distribution of several demographic aspects of teacher professional education program (TPEP) students and explore the differences in psychological well-being in demographic aspects. Method: This research is quantitative. Participants were 816 teacher professional education program students who were obtained using purposive sampling techniques. The inclusion criteria for research participants are 1) teacher professional education program students and 2) willingness to become research participants and follow the process until completion. Data analysis uses the statistic descriptive. Data was analyzed using JASP software. Results: The results of this study present the demographic profile of TPEP students, which is categorized into several aspects. It was found that most TPEP students are women, while the dominant age of TPEP students is 21-24 years. In addition, most students are unmarried, and honorary teachers have a varied distribution of work experience. In this research, the analysis of differences in psychological well-being in demographic aspects is supported by previous research findings. Novelty: This study presents the demographic distribution of TPEP students, which can be used to develop psychosocial support through demographic characteristics to improve psychological well-being effectively.
Hubungan antara Work-Family Conflict dengan Stres Kerja pada Pekerja Perempuan di PT. X Putri, Jessica Amellya; Santosa, Rizky Putra
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 3 No 03 (2025): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v3i03.2381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work-family conflict (WFC) dengan stres kerja pada pekerja perempuan di PT.X. Peran ganda sebagai pekerja dan pengurus rumah tangga berpotensi menimbulkan konflik peran yang memicu stres kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel 134 pekerja perempuan divisi produksi yang dipilih melalui teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Work-Family Conflict Scale (WFCS) dan Work Stress Scale, dengan data dikumpulkan secara daring melalui Google Form. Hasil uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan software JASP menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara work-family conflict dan stres kerja (r = 0,790; p < 0,001), yang berarti semakin tinggi work-family conflict, semakin tinggi pula tingkat stres kerja yang dialami pekerja perempuan divisi produksi di PT. X.